Sanksi Tak Manusiawi Donald Trump pada Para Imigran Gelap, Bisa Bikin Trauma Seumur Hidup!

Jumlah imigran gelap atau penduduk ilegal yang hendak menyeberang pada bulan April ini tiga kali lipat lebih banyak

Sanksi Tak Manusiawi Donald Trump pada Para Imigran Gelap, Bisa Bikin Trauma Seumur Hidup!
Grid.ID
Ilustrasi Trump dan Imigran gelap 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Jumlah imigran gelap atau penduduk ilegal yang hendak menyeberang pada bulan April ini tiga kali lipat lebih banyak ketimbang bulan April tahun lalu.

Membludaknya jumlah imigran itu menyebabkan gesekan yang intens antara Trump dan Sekretaris Keamanan Dalam Negeri, Kirstjen Nielsen.

Tuntutan yang keras dari Donald Trump akhirnya membuat Nielsen bersama staffnya memberlakukan hukuman yang kejam.

Baca: Live Indosiar! LINK LIVE STREAMING Persebaya vs Persipura Liga 1 2018 via Indosiar Malam Ini

Facebook Menjamin Foto Telanjang Seseorang Takkan Tersebar, Bagaimana Bisa?

Mereka memisahkan anak-anak para imigran gelap yang tertangkap di perbatasan dengan keluarga mereka, harapannya agar memberikan efek jera bagi para imigran gelap.

Tindakan keras pemerintahan Trump pada para imigran gelap di perbatasan AS-Meksiko kini jauh lebih sengit dari sebelumnya.

Tanggal 4 Mei, Nielsen mulai memberlakukan hukuman ini pada setiap imigran yang menyeberangi perbatasan secara ilegal.

Para orang dewasa yang berpergian dengan anak-anak dipenjara, sementara anak-anak mereka dipisahkan sebab tidak dapat ditahan di penjara usia dewasa.

Alhasil, total 638 orang dewasa tengah menjalani tuntutan persidangan dan terpisah dari 658 anak-anak terhitung dari tanggal 6 Mei hingga 19 Mei.

Baca: 2 Nama Pengganti Mohamed Salah di Timnas Mesir Jelang Piala Dunia 2018 di Rusia

Tanpa ada sedikit pun rasa bersalah, Nielsen meyakini langkah yang ia ambil tepat.

"Di Amerika Serikat, anda akan masuk penjara jika melanggar hukum, hal yang sama juga berlaku pada para imigran gelap," tandasnya.

Tindakan tidak manusiawi ini sontak mendapat reaksi keras dari banyak pihak, salah satunya dari organisasi yang berfokus pada kesejahteraan penduduk sipil, American Civil Liberties Union (Persatuan Kebebasan Sipil Amerika).

Baca: LIVE STREAMING Indosiar Persebaya vs Persipura Liga 1 2018 Malam Ini - Link Live Streaming Vidio.com

"Ini merupakan praktik hukum paling mengerikan yang pernah saya lihat dalam 25 tahun terakhir," tandas Lee Gelernt, pengacara American Civil Liberties Union.

Lee menambahkan, "Pemisahan semacam ini dapat menimbulkan trauma seumur hidup pada anak, terlebih ketika anak-anak merasa orangtua tidak dapat melindungi mereka."

Hal ini kian miris dengan adanya laporan Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS yang mengungkapkan tidak adanya sponsor (orangtua asuh) yang berminat membantu anak-anak para imigran gelap tersebut. (*)

Editor: Murhan
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved