Opini Publik

Mengungkap Fakta tentang Duyung yang Terancam Punah

Terlebih mengingat duyung merupakan salah satu hewan yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 7 tahun 1999

Mengungkap Fakta tentang Duyung yang Terancam Punah
kompas.com
Ikan duyung langka dan dilarang perburuannya ditemukan mati penuh luka sayatan di badannya 

Oleh: Aprizal Junaidi SKel

Analis Kelautan dan Perikanan di Wilker Banjarmasin BPSPL Pontianak Kementerian Kelautan dan Perikanan

Menyimak pemberitaan yang dimuat Banjarmasinpost.co.id, dengan judul “Diduga Sengaja Dibunuh Tubuh Ikan Duyung Langka Penuh Luka, Warga Kemudian Melakukan Ini” pada hari minggu (27 Mei 2018), merupakan sebuah kejadian yang sangat disayangkan. Terlebih mengingat duyung merupakan salah satu hewan yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 7 tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa, duyung termasuk kedalam salah satu jenis satwa dilindungi, dimana berdasarkan UU No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya pelanggaran ketentuan tersebut diancam hukuman penjara 5 tahun dan denda 100 Juta Rupiah.

Serta masuk ke dalam Appendiks I Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES), yang dengan sangat jelas melarang untuk memperdagangkan duyung tersebut.

Selain itu berdasarkan data dari The International Union for Conservation of the Nature (IUCN) duyung dikategorikan sebagai satwa rentan punah (Vulnerable) karena siklus reproduksi duyung yang lambat dan ancaman dari perburuan satwa tersebut di beberapa negara di dunia.

Adapun penyebab kejadian tersebut, kemungkinan disebabkan adanya ketidaktahuan masyarakat terkait status perlindungan duyung , duyung itu sendiri serta beberapa faktor penyebab terjadinya penurunan populasi duyung di habitatnya.

Bukan Jenis Ikan
Perlu diketahui bahwa duyung (dengan nama latin : Dugong dugon) secara taksonomi sebenarnya bukan termasuk ke dalam jenis ikan, seperti yang banyak tertulis di pemberitaan, melainkan sejenis mamalia laut yang merupakan salah satu anggota Sirenia mewakili suku Dugongidae dan masih merupakan erabat evolusi dari gajah yang bisa ditemukan di kawasan perairan sekurang-kurangnya di 37 negara di wilayah Indo-Pasifik.

Walaupun kebanyakan duyung tinggal di kawasan timur Indonesia dan perairan utara Australia, dari beberapa data yang ada untuk wilayah Kalimantan, duyung juga ditemukan di daerah Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Ancaman terhadap Populasi
Menurunnya populasi duyung itu sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya masih adanya perburuan duyung yang dilakukan oleh sebagian masyarakat di beberapa daerah di Indonesia, untuk diambil daging, taring, kulit, serta air matanya.

Dimana dari beberapa informasi yang diperoleh di beberapa daerah, daging duyung biasanya dijual dengan nilai yang sangat tinggi karena menurut masyarakat lokal dagingnya sangat enak untuk dikonsumsi dan dari daging tersebut biasanya dimanfaatkan juga untuk minyak yang dipercaya dapat menyembuhkan penyakit tuberkulosis (TBC) dan nyeri persendian Sedangkan taring biasanya dimanfaatkan untuk pipa rokok, dan untuk air mata nya dari mitos yang berkembang di masyarakat konon berhasiat sebagai sarana pengasihan atau pelet.
Selain dari perburuan, faktor lain penyebab terancam punahnya duyung, yaitu : masih seringnya ditemui duyung yang secara tidak sengaja tertangkap/ masuk jaring nelayan, maupun tertabrak kapal dan adanya penurunan luasan padang lamun yang merupakan habitat asli duyung (rumah).

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved