Berita Banjarmasin

Anggota Dewan Akui Sekolah Inklusi di Kalsel Kurang Diperhatikan

Sementara itu, anggota DPRD Kalsel, Zulfa Asma Vikra mengatakan, pihaknya setempat akan merevisi perda tentang perlidungan disabilitas

Anggota Dewan Akui Sekolah Inklusi di Kalsel Kurang Diperhatikan
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sementara itu, anggota DPRD Kalsel, Zulfa Asma Vikra mengatakan, pihaknya setempat akan merevisi perda tentang perlidungan disabilitas di provinsi ini.

"Kita akan memasukkan poin sekolah inklusi, SLB untuk anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) dalam perda revisi," katanya.

Dijelaskannya, selama ini sekolah inklusi di Kalsel itu kurang diperhatikan.

Baca: Kalsel Menyatakan Diri sebagai Provinsi Menuju Inklusi, Tapi Begini Temuan Ombudsman di Lapangan

Baca: Nuzulul Quran 2018, Ini Waktu Terbaik Membaca Alquran, Ini Gambaran Rasulullah Bagi Pembaca Alquran

Baca: Peringatan Nuzulul Quran 2018, Inilah Sosok Sahabat Qari Alquran Pertama di Dunia, Rasulullah Kagumi

Selain itu, tentang guru pendamping sangat minim sehingga guru kelas pun menjadi guru pendamping.

Dewan akan mencoba merivisi Perda Nomor 17 tahun 2013, tentang perlindungan dan pemenuhan penyandang disabilitas.

Menurutnya, guru pendamping sekolah inklusi tak bisa sertifikasi sehingga ini menjadi masalah baru.

Kalau tak ada sertifikasi, maka jarang ada yang menjadi guru pendamping di sekokah inklusi.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved