Kriminalitas Tanahlaut

Ayah Bejad yang Perkosa Putrinya Berusia 4 Tahun Pasrah Divonis Hakim Segini

Menurut Boedi Haryantho, pertimbangan majelis hakim memutus delapan tahun dan membayar denda Rp 10 juta

Ayah Bejad yang Perkosa Putrinya Berusia 4 Tahun Pasrah Divonis Hakim Segini
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Humas Pengadilan Negeri Pelaihari, Boedi Haryantho 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Arbain alias Bain alias Bain Kuda hanya bisa pasrah divonis majelis hakim Pengadilan Negeri Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut pidana penjara selama delapan tahun dan membayar denda Rp 10 juta subsider enam bulan penjara.

Putusan majelis hakim itu disampaikan Humas Pengadilan Negeri Pelaihari, Boedi Haryantho dikonformasi reporter Banjarmasinpost.co.id, Jumat (1/6/2018).

Menurut Boedi Haryantho, pertimbangan majelis hakim memutus delapan tahun dan membayar denda Rp 10 juta karena korbannya seorang bocah perempuan berusia empat tahun.

Baca: Prediksi Susunan Pemain Arema FC vs PSIS Semarang Liga 1 2018 Pekan 12 Malam Ini

"Harusnya sebagai orangtua terdakwa harus melindungi. Bukan mencabuli korban. Korban mengalami trauma dan terancam kehilangan masa depannya," ujar Boedi Haryantho.

Baca: Mobil Mewah Dikejar dan Dilemapari Massa, Pengemudi Panik Terobos Pembatas, Ini Fakta-faktanya

Informasi dihimpun reporter Banjarmasinpost.co.id, putusan yang dibacakan majelis hakim itu lebih tinggi daripada tuntutan jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut.

Baca: 6 Aktor Ganteng Bollywood ini Beragama Islam dan Juga Berpuasa Ramadhan, inilah Sosok Mereka

Jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Pipit Susriana dalam surat tuntutan hanya menuntut terdakwa, tujuh tahun penjara dengan membayar denda Rp 10 juta.

Terhadap putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Pelaihari itu, jaksa penuntut umum Pipit Susriana dan terdakwa Arbain, sama -sama menerima.

Arbain ini sebelum ditangkap polisi, sempat meresahkan masyarakat karena tak mau bertanggungjawab atas perbuatanny.

Terdakwa juga sempat membuat repot jajaran Satreskrim Polres Tanahlaut hingga tim pemburu mengalami insiden kecelakaan hanya memburu ke Provinsi Kalimantan Timur. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved