Berita Internasional

Bos Air Asia Tony Fernandes Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Suap, Kantor Maskapai Digeledah Polisi

Pada Januari lalu, AirAsia Group Bhd, tengah mempertimbangkan untuk menawarkan saham maskapainya secara perdana di India.

Bos Air Asia Tony Fernandes Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Suap, Kantor Maskapai Digeledah Polisi
Blomberg[removed]
Teknisi Air Asia saat memeriksa kondisi pesawat

Kongkalikong itu, menurut CBI, melibatkan lima individu, sebuah perusahaan berbasis di Singapura, dan beberapa pejabat pemerintah yang tidak disebutkan namanya.

Pada Kamis 31 Mei 2018, kami mendapat email dari AirAsia Indonesia. Berikut kami muat tanggapan Air Asia dalam pernyataan berjudul 'Pengumuman Bursa.'

Pengumuman Bursa
Kami mengacu pada permintaan yang diajukan oleh Bursa Malaysia Securities Berhad ("Bursa Malaysia") pada 30 Mei 2018 terkait dengan berbagai Artikel Media tentang Investigasi oleh Biro Investigasi Pusat terhadap kantor AirAsia India.

Kami telah mengetahui tuduhan yang disampaikan melalui media serta penyelidikan oleh Biro Investigasi Pusat di kantor AirAsia India di Bengaluru. AirAsia secara tegas menyangkal semua tuduhan dan perselisihan, dan percaya bahwa tuduhan palsu ini tidak berdasar dan dimotivasi oleh pertimbangan yang belum diketahui.

Tuduhan sehubungan dengan adanya kontrol asing secara tidak langsung terhadap AirAsia India Limited telah sepenuhnya diselidiki dan Direktur Jenderal Penerbangan Sipil telah secara efektif memutuskan bahwa operasional dan manajemen AirAsia India Limited ("AAIL") berlangsung sesuai dengan FEMA (Foreign Exchange Management Act) dan juga Peraturan FDI (Foreign Direct Investment).

AirAsia sepenuhnya menyangkal tuduhan-tuduhan ini, dan secara gigih akan membela diri terhadap hal tersebut secara tegas. Tindakan hukum yang bertujuan untuk melindungi AirAsia dan kepentingannya terhadap tuduhan ini akan diambil terhadap siapa pun yang diketahui telah melakukan hasutan negatif dan gegabah, dan atau mencoreng reputasi baik dari individu dan pemegang saham AAIL.

Pengumuman ini tertanggal 30 Mei 2018.

Baskoro Adiwiyono, Communications, PT Indonesia AirAsia & PT Indonesia AirAsia Extra

Penyelidikan di India merupakan kasus kedua bagi Fernandes. Pria itu juga tengah diinvestigasi di Malaysia sehubungan dengan pembatalan 120 penerbangan pada masa pemilihan umum awal Mei lalu.

Pada Januari lalu, AirAsia Group Bhd, tengah mempertimbangkan untuk menawarkan saham maskapainya secara perdana di India.

AirAsia India memiliki 14 pesawat pada akhir 2017, namun berencana menambah jumlahnya hingga mencapai 60 unit selama lima tahun ke depan. (BBC Indonesia)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kantor AirAsia digeledah, bos Tony Fernandes diselidiki terkait dugaan suap

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help