Kasus Netrallitas ASN di Pilkada Tala

Diduga Tidak Netral di Pilkada Tala, Lima ASN Terancam Penjara Satu Bulan dan Denda Rp 600 Ribu

Lima terdakwa kasus netralitas ASN pada Pilkada Tala masing-masing terancam dipenjara selama satu bulan dan denda Rp 600 ribu.

Diduga Tidak Netral di Pilkada Tala, Lima ASN Terancam Penjara Satu Bulan dan Denda Rp 600 Ribu
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Lima ASN terdakwa kasus netralitas ASN di Pilada Tala, seusai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Pelaihari 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI- Lima terdakwa kasus netralitas ASN pada Pemilihan Bupati Tanahlaut (Pilkada Tala), masing-masing terancam dipenjara selama satu bulan dan denda Rp 600 ribu.

Itu setelah jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Tanahlaut, Pipit Susriana dalam surat tuntutan menyebut lima terdakwa bersalah.

Kesalahan kelima pejabat itu secara sengaja berfoto bersama dengan mantan Bupati Tanahlaut Adriansyah dan mengacungkan dua jari seperti simbol pasangan calon Pilkada.

Baca: 20 Contoh Ucapan Selamat Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2018 Cocok untuk FC, Twitter dan Instagram

Padahal, para terdakwa tidak pernah sebelumnya berfoto bersama sambil mengacungkan dua jari, jari telunjuk dan jari tengah.

Lima terdakwa itu adalah Achmad Mustahdi, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Tanahlaut.

Berikutnya terdakwa 2, HM Gazali, Sekretaris Kecamatan Tambangulang, terdakwa 3, Muhammad Noor, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tanahlaut,

Kemudian terdakwa 4, HM Rafiki Effendi, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Tanahlaut dan terdakwa 5, Suharyo, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tanahlaut. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved