Berita Kabupaten Banjar

Jenazah Korban Dibunuh Anak Kandung Disalatkan di Masjid Alkaromah

Setelah dimandikan dan kemudian dikafani, Jenazah M Hamdani (40) dibawa oleh keluarga ke Masjid Agung Alkaromah Martapura.

Jenazah Korban Dibunuh Anak Kandung Disalatkan di Masjid Alkaromah
banjarmasinpost.co.id/hari widodo
Jenazah M Hamdani 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Setelah dimandikan dan kemudian dikafani, Jenazah M Hamdani (40) dibawa oleh keluarga ke Masjid Agung Alkaromah Martapura.

Tatapan sedih dari istri dan keluarga mengiringi diberangkatkannya keranda berisi jenazah Hamdani.

Keranda berisi jenazah Warga RT 3 RW 1 Desa Melayu Tengah Kecamatan Martapura yang tewas setelah ditusuk pahat oleh anak kandungnya itu diletakkan di sebelah Mimbar Masjid bersama dengan lima jenazah lainnya.

Menurut Keluarga almarhum, almarhum akan di salatkan dulu sebelum salat Jumat, setelah itu, barulah dimakamkan.

Baca: 1 Juni Hari Lahir Pancasila Bukan Kesaktian Pancasila, Ini Lirik Lagu Garuda Pancasila & Penciptanya

Baca: Bunuh Ayah Kandung, Ternyata Begini Kondisi M Rifai

Baca: Duh Nasib Dhawiya di Dalam Tahanan, Sampai Pakai Baju Basah

"Nanti setelah Jum'atan almarhum dimakamkan," kata keluarga almarhum.

Menurutnya, sang anak M Rifa'i yang menusuk almarhum serta kakek saat ini diamankan di Polsek Martapura Timur.

Rifa'i anaknya memang mengalami gangguan jiwa.

Baca: Bunuh Ayah Kandung, Ternyata Begini Kondisi M Rifai

Saat kejadian, Dia marah dan tidak terkendali karena tidak diizinkan meminjam sepeda motor.

"Anaknya memang agak stress (gangguan jiwa). Tetapi, ya itulah sudah catatan takdirnya seperti itu. Almarhum bagus meninggalnya Jumat di bulan Ramadan,"ujarnya.

Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete melalui Kapolsek Martapura Timur Ipda Suradi membenarkan tersangka tercatat mengalami gangguan jiwa.

Tersangka, masih dalam proses rawat jalan di RS Ratu Zalecha.

Baca: Nuzulul Quran 2018, Membaca Al Quran Akan Hadirkan Malaikat di Rumah Serta Sinari Penduduk Langit

Pihaknya, juga tidak bisa meminta keterangan dari tersangka karena keterangan yang disampaikannya berubah-ubah.

Namun dari saksi ibu tersangka, pemicu kejadian yang menyebabkan tersangka marah dan tidak terkendali emosinya saat tersangka tidak diizinkan meminjam Sepeda motor.

"Waktu itu kan sudah sore mau berbuka sehingga saat tersangka izin mau keluar meminjam Sepeda motor oleh ibunya tidak dizinkan. Sempat ribut dengan ibu korban Lalu tersangka emosi mengambil pahat dan melukai kakek dan dan almarhum," terang Kapolsek.

Penulis: Hari Widodo
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help