Berita Kalteng

Kajati : Uang Negara di Korupsi Pada Proyek Bandara HM Sidik Capai Rp17 Miliar

Proyek pembangunan bandara tersebut merupakan proyek Kemenhub yang menggunakan dana APBN yang nilainya cukup besar.

Kajati : Uang Negara di Korupsi Pada Proyek Bandara HM Sidik Capai Rp17 Miliar
tribunkalteng.com/faturahman
Kepala Kejaksaan Tinggi Kalteng Adi Sutanto 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pihak kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri Barito Utara, terus mendalami dugaan tindak pidana korupsi dalam pembangunan Bandara Haji Muhammad Sidik yang terletak dis Desa Trinsing, Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.

Proyek pembangunan bandara tersebut merupakan proyek Kemenhub yang menggunakan dana APBN yang nilainya cukup besar. Pihak kejaksaan setempat melakukan pemeriksaan pembangunannya, karena kuat dugaan dikorupsi oleh pihak tertentu yang dipercaya untuk membangunnya.

Pihak kejaksaan, hingga, Jumat (1/6/2018), masih terus mendalami dugaan pembangunan bandara tersebut, bermasalah, karena diduga dananya dikorupsi, lantaran, pebangunya belum juga rampung, meski telah dikerjakan dalam beberapa tahun ini.

Baca: Prediksi Susunan Pemain Arema FC vs PSIS Semarang Liga 1 2018 Pekan 12 Malam Ini

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalteng, Adi Sutanto, mengungkapkan, pihaknya terus melakukan pendalaman kasus pembangunan bandara tersebut. "Hingga saat ini statusnya sudah dalam tahap penyidikan, dan dugaan kerugian negara mencapai Rp17 miliar, namun belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka, karena masih lidik,"ujarnya.

Penyidik kejaksaan Tinggi Kalteng, akan menggandeng lembaga pemeriksa keuangan untuk menentukan secara pasti jumlah kerugian dalam pembangunan Bandara di Kabupaten Barito Utara tersebut." Kami akan gandeng lembaga akuntan publik untuk memeriksa kepastian kerugian pembangunan bandara tersebut,"ujarnya.

Warga Barito Utara, mengrapkan , tahun depan proyek tersebut selesai dan bisa operasional untuk pesawat berbadan besar, karena selama ini untuk bepergian ke luar Kalteng, menggunakan  pesawat terpaksa lewat Bandar Syamsuddin Noor atau Bandara Tjilik Riwut."Kami juga ingin pergi ke Jakarta atau Surabaya lewat bandara kami, karena tidak capek harus ke Kalsel atau ke Palangkaraya,"ujar Santi, warga Muara Teweh.

Baca: Jangan Salah, 1 Juni Hari Lahir Pancasila, Bukan Hari Kesaktian Pancasila, Ini Bedanya

Informasi terhimpun menyebutkan, dana yang diperlukan untuk pembangunan bandara tersebut  hingga mencapai ratusan miliar rupiah.Diantaranya untuk pekerjaan grubbing area fasilitas sisi darat volume 20 ribu meter persegi Rp520 juta, Pengadaan dan pemasangan AC untuk gedung kantor dan gedung operasional sebesar Rp295 juta.

Pengawasan pekerjaan pembangunan bandara kegiatan rehabilitasi dan pemeliharaan prasarana bandara dengan dana Rp383 juta Pengadaan mobil tangki air dengan kapasitas 10 ribu liter Rp800 juta.Pengadaan dan pemasangan sirine SPK, termasuk kelengkapannya, dengan pagu sebesar Rp200 juta, pengadaan dan pemasangan ground cable dari gedung PH ke gedung operasional dengan pagu anggaran sebesar Rp900 juta.

Pengadaan dan pemasaan penangkal petir Rp600 juta, Pengadaan hand mover Rp45 juta, pengadaan dan pemasangan pagar pengamanan bandara dengan pagu Rp6,667 miliar, Penataan gedung terminal penumpang dengan pagu sebesar Rp4,588 miliar, pengadaan dan pemasangan flood light tiang gandaPembuatan GSE road dan penataan areal parkir depan terminal Rp4,211 miliar. (www.banjarmasinpost.co.id/ faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help