Berita Banjarmasin

Kalsel Menyatakan Diri sebagai Provinsi Menuju Inklusi, Tapi Begini Temuan Ombudsman di Lapangan

Kalimantan Selatan (Kalsel) menyatakan diri sebagai provinsi menuju inklusi.

Kalsel Menyatakan Diri sebagai Provinsi Menuju Inklusi, Tapi Begini Temuan Ombudsman di Lapangan
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kalimantan Selatan (Kalsel) menyatakan diri sebagai provinsi menuju inklusi.

Termasuk kabupaten dan kota di Bumi Lambung Mangkurat, yang ditandai adanya sekolah inklusi sejak 2012.

Namun hingga kini tak pernah ada evaluasi menyangkut keberadaan sekolah tersebut.

"Kami mencoba melakukan kajian di enam kabupaten untuk melihat potret sekolah inklusi di Kalsel," kata Kepala Ombudsman Kalsel, Noorhalis Majid.

Baca: 1 Juni 2018 Lahirnya Pancasila, Pidato Amarah Soekarno Pada BPUPKI Kita Memerdekakan Hati Bangsa

Lebih lanjut dia mengatakan, hasil kajian itu ternyata kondisi sekolah inklusi di Kalsel itu belum mengarah kepada inklusi baik fisik, sarana dan prasarana.

Seperti tangga, akses kursi roda dll.

Sumber daya seperti guru tak siap, yakni dalam satu sekolah minimal itu ada satu guru pendamping.

"Saat ini banyak sekali sekolah inklusi yang tak ada guru pendampingnya. Ini sangat berpengaruh terhadap kelancaran proses belajar mengajar," katanya.

Baca: Nuzulul Quran 2018, Ini Waktu Terbaik Membaca Alquran, Ini Gambaran Rasulullah Bagi Pembaca Alquran

Menurut kurikulum dan ketuntasan belajar itu masih saja dengan anak lainnya sehingga yang terjadi ada sekolah yang menetapkan setahun naik dan setahun tidak naik.

Siswa inklusi itu ketika sampai di tingkat SMP hampir dua kali lipat dengan usia anak-anak lainnya.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved