WNI Dilarang Masuk Yerusalem

Larangan Israel Tak Terkait Politik, Menlu RI Sebut Terkait Teknis Pemberian Visa

MENTERI Luar Negeri Retno Marsudi membantah adanya larangan dari Israel terkait politik. "Tidak terkait politik," tepis Retno.

Larangan Israel Tak Terkait Politik, Menlu RI Sebut Terkait Teknis Pemberian Visa
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - MENTERI Luar Negeri Retno Marsudi membantah adanya larangan dari Israel terkait politik. "Tidak terkait politik," tepis Retno.

Menurut dia, pelarangan itu menyangkut teknis pemberian visa oleh suatu negara.

Oleh sebab itu, dia akan berkoordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM yang berwenang mengurusi persoalan visa.

"Jadi sekali lagi ini masalah teknis visa yang jadi kewenangan menkumham," ucapnya, di Jakarta, Kamis (231/5).

Baca: Nuzulul Quran 2018, Ini Waktu Terbaik Membaca Alquran, Ini Gambaran Rasulullah Bagi Pembaca Alquran

Retno menjelaskan bahwa pada prinsipnya setiap negara memiliki hak atau kewenangan untuk memberikan, menolak dan menunda visa.

"Itu adalah hak dari setiap negara. Setiap negara punya hak memberikan visa, menolak visa dan menunda visa," tuturnya.

Disebutkan dia, pihaknya mengatakan akan segera berkoordinasi dengan Menkumham Yasonna Laoly, sebab hal itu menyangkut teknis pemberian visa.

Baca: Nuzulul Quran 2018, Ini Amalan Rasulullah SAW di Malam Nuzulul Quran

"Saya sudah berkoordinasi dengan Menkumham karena ini adalah masalah teknis visa yang menjadi kewenangan Menkumham dan besok saya berjanji untuk bertemu kembali," imbuh Retno.

"Jadi sekali lagi ini masalah teknis visa yang jadi kewenangan Menkumham," tegas Retno.

Sementara itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyesalkan adanya larangan bagi WNI masuk ke Israel untuk melakukan ziarah keagamaan.

Baca: Peringatan Nuzulul Quran 2018, Inilah Sosok Sahabat Qari Alquran Pertama di Dunia, Rasulullah Kagumi

Terkait hal itu Menag pun segera berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri agar masalah tersebut bisa diselesaikan dengan baik.

Kata Lukman, sebagai kota suci, Yerusalem banyak dikunjungi warga Indonesia untuk beribadat.

Seharusnya Israel memahami ini, sehingga tidak sepatunya Israel melarang umat beragama untuk mengunjungi kota suci.

"Oleh karenanya agar Israel juga bisa memahami hal ini, jadi larangan itu mestinya tidak terkena pada kota-kota suci yang menjadi milik warga dunia. Karena setiap penduduk dunia mestinya punya hak yang sama untuk mengunjungi tempat-tempat suci," kata Lukman.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help