Orang Berkacamata Terkesan Pintar, Benarkah Semua Orang Berkacamata Cerdas, Ini Penjelasannya

Orang Berkacamata Terkesan Pintar, Benarkah Semua Orang Berkacamata Cerdas, Ini Penjelasannya

Orang Berkacamata Terkesan Pintar, Benarkah Semua Orang Berkacamata Cerdas, Ini Penjelasannya
Oik Yusuf/Kompas.com
Kacamata pintar Google Glass 

Dr Gail Davies, ahli statistik genetika di University of Edinburgh sekaligus pemimpin para analisis, mengatakan, timnya akan mampu menemukan instrumen yang lebih penting lagi di masa depan.

"Ini merupakan riset genetik terbesar dari fungsi kognitif," paparnya.

Menurut dia, riset ini telah mengidentifikasi banyak perbedaan genetik yang berkontribusi pada tingkat kemampuan berpikir.

Penemuan ini juga menunjukan efek genetik jangka panjang pada kesehatan.

Dari hasil riset, diketahui bahwa struktur otak memberi dasar untuk menjelajahi mekanisme di mana perbedaan-perbedaan ini mempengaruhi kemampuan berpikir sepanjang hidup.

Menurut Profesor Ian Deary, selaku pemimpin riset, penelitian tentang hubungan antara genetika dan kecerdasan telah ada sejak lama.

“Kurang dari satu dekade yang lalu, kami mencari gen yang terkait dengan intelijensi dengan meneliti sekitar 3.000 peserta, dan kami hampir tidak menemukannya,” katanya.

"Sekarang dengan 100 kali jumlah peserta terdahulu, dan dengan lebih dari 200 ilmuwan bekerja sama, kami telah menemukan hampir 150 wilayah genetik yang terkait dengan kecerdasan," tambahnya.

Namun, Profesor Deary juga menyatakan, periset perlu menganalisis hasil secara lebih rinci.

Hal ini diperlukan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana fungsi kognitif menurun saat usia bertambah..

Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help