Ekonomi dan Bisnis

Pengusaha Banua Sebut Kalau Pilot dan Kru Benar Mogok Memperburuk Kondisi Garuda

“Garuda Indonesia merupakan penerbangan plat merah yang selama ini dianggap penerbangan terbaik"

Pengusaha Banua Sebut Kalau Pilot dan Kru Benar Mogok Memperburuk Kondisi Garuda
kompas.com
Para awak kabin Garuda Indonesia berpose usai melakukan penerbangan bertajuk Kartini Flight di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (21/4/2017). Garuda Indonesia menggelar Kartini Flight dalam rangka menyambut Hari Kartini. Seluruh petugas penerbangan dari pilot, pramugari hingga teknisi adalah perempuan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Rencana aksi mogok kru Garuda Indonesia pada jelang lebaran, khususnya arus mudik disayangkan Ketua DPD Apindo Kalsel, H Supriadi. Dirinya berharap Garuda Indonesia melakukan pembenahan secara menyeluruh.

“Garuda Indonesia merupakan penerbangan plat merah yang selama ini dianggap penerbangan terbaik, tentu sangat menyayangkan kalau sampai terjadi mogok kerja semua pilot dan crewnya,” katanya.

Menurutnya, berdasarkan dari pengalamannya terbang yang hampir semua penerbangan internasional pernah ikut, biaya dengan penerbangan Garuda dirasa tentu sangat mahal di banding dengan penerbangan sekelas.

Baca: Pilot Mogok, Garuda Indonesia Banjarmasin Pastikan Tetap Layani Arus Mudik Lebaran

Baca: Prediksi Susunan Pemain Arema FC vs PSIS Semarang Liga 1 2018 Pekan 12 Malam Ini

Apalagi setahun terahir ini dirinya memperhatikan ada sedikit penurunan service seperti makanan yang kurang, sementara harga masih relatif mahal. Pengalaman terbang dengan Garuda rute internasional beberapa kali terbang penumpang yang kosong, tentu ini sangat merugikan bagi Garuda.

Baca: Live Streaming Mitra Kukar vs Perseru Serui Liga 1 2018 via Streaming Vidio.com

Baca: Live Indosiar! Link Live Streaming Arema FC vs PSIS via Streaming Indosiar - Vidio.com

Pelanggan pasti lebih memilih harga yang lebih miring tentu dengan penerbangan yang sekelas. Managemen garuda memang harus melakukan pembenahan biar maskapai plat merah ini bisa tetap bisa bertahan.

“Mungkin Garuda perlu belajar dengan beberapa penerbangan dunia seperti Qatar, Emirate, ANA dan lainnya dengan harga lebih ekonomis tetapi dengan service yang lebih baik,” ujarnya.

Masih menurut Owner Travellindo Group ini, mogoknya pilot dan crew justru akan memperburuk kondisi Garuda. Oleh sebab itulah harus ada pembenahan management secara menyeluruh.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Kadin Kalsel, H Edi Suryadi. Dirinya secara pribadi mengharapkan ada pembenahan dalam manajemen Garuda Indonesia.

“Garuda karena BUMN harus mengubah sistem lama termasuk sistem ikatan kotrak karyawan. Jadi, karena kalau dibanding dengan perusahaan penerbangan lainnya seperti Lion, Sriwijaya dan lainnya, gaji pilot dan kru masih yang tertinggi,” jelasnya.

Dijelaskannya, sistem lama harus diubah seiring persaingan perusahaan agar lebih menunjang kinerja dan menunjang pelayanan. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved