Ekonomi dan Bisnis

Peronce Kembang, Profesi yang Dijalani Turun Temurun

Berlokasi di Pengambangan, Banjarmasin, suatu tempat yang dikenal sebagai daerah penghasil ronce kembang karena banyak warganya

Peronce Kembang, Profesi yang Dijalani Turun Temurun
banjarmasinpost.co.id/maulana
Berlokasi di Pengambangan, Banjarmasin, suatu tempat yang dikenal sebagai daerah penghasil ronce kembang karena banyak warganya yang berprofesi sebagai peronce kembang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Berlokasi di Pengambangan, Banjarmasin, suatu tempat yang dikenal sebagai daerah penghasil ronce kembang karena banyak warganya yang berprofesi sebagai peronce kembang.

Satu di antaranya, Patimah, wanita berumur lebih dari setengah abad ini mengaku sudah sejak kecil merangkai kembang, tapi sejak 15 tahunan terakhir Patimah meronce dan juga berjualan.

"Iya sejak nenek dan ibu saya usaha rangkai kembang, sekarang saya meneruskan, mungkin nanti bisa anak saya," kata Patimah kepada banjarmasinpost.co.id, Jumat (1/6/2018).

Baca: Duh Nasib Dhawiya di Dalam Tahanan, Sampai Pakai Baju Basah

Patimah menuturkan dalam 10 rangkai kembang bisa menghabiskan waktu 30 menit.

"Kalau orang mahir, 10 rangkai kembang, bisa sampai 30 menit, kalau orang baru belum mahir bisa sampai 1 jam," ujar Patimah

Patimah menambahkan di Pengambangan banyak yang menerima jasa perangkai kembang.

Baca: Manfaat Luar Biasa Di Balik Mengakhirkan Bersahur Menurut Ahli Gizi Cantik Ini

"Biasanya kalau banyak nikah, banyak juga pesanan kembang, jadi berbagi ke tetangga untuk merangkai kembang bersama,"

Kembang yang ia dapat selalu diantar dari orang yang berkebun kembang di daerah Martapura.

Baca: Nuzulul Quran 2018, Ini Waktu Terbaik Membaca Alquran, Ini Gambaran Rasulullah Bagi Pembaca Alquran

"Biasanya orang mengantar pukul 11.00 Wita, kemudian kami merangkai dari pukul 12.00 sampai 18.00, kembang yang sudah dirangkai disimpan di kulkas untuk besok di jual kembali,"

Patimah menambahkan, kalau kembang yang dia rangkai laku semua, dalam satu hari keuntungannya mencapai Rp 50 ribu.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Maulana)

Penulis: M Maulana
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved