Berita Hulu Sungai Utara

Selama Bulan Puasa Volume Sampah Meningkat, Paling Banyak Pas Malam dan Sahur

Pada hari biasa pengambilan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dilakukan sebanyak 1 hingga 2 kali dalam sehari

Selama Bulan Puasa Volume Sampah Meningkat, Paling Banyak Pas Malam dan Sahur
reni kurnia wati
Dinas Perumahan dan pemukiman dan lingkungan hidup Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) melalui bidang kebersihan selama bulan suci Ramadan menambah jumlah pengambilan sampah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Dinas Perumahan dan pemukiman dan lingkungan hidup Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) melalui bidang kebersihan selama bulan suci Ramadan menambah jumlah pengambilan sampah.

Pada hari biasa pengambilan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dilakukan sebanyak 1 hingga 2 kali dalam sehari namun pada bulan Ramadan pengambilan sampah dilakukan menjadi tiga kali.

Kepala Bidang Kebersihan Najeriansyah mengatakan saat ini pasukan kuning melakukan tiga kali penyisiran sampah yaitu pagi, siang dan malam hari. Selain karena waktu pembuangan sampah yang dilakukan masyarakat berubah, juga karena volume sampah yang meningkat.

Baca: Live Streaming Arema FC vs PSIS Semarang Liga 1 Pekan 12 Via Streaming Indosiar

Baca: Hasil Latihan Bebas (FP) 1 MotoGP Italia 2018 di Sirkuit Mugello Jadi Milik Ianonne

Biasanya pengambilan sampah dilakukan pada pukul 06.00 wita namun saat ini dilakukan pada pukul 08.00 atau pukul 09.00. Hal ini dilakukan karena banyak warga yang membuang sampah pada pagi hari daripada malam hari.

Baca: Prediksi Susunan Pemain Arema FC vs PSIS Semarang Liga 1 2018 Pekan 12 Malam Ini

"Sampah biasanya banyak pada malam dan setelah sahur, namun tidak langsung dibuang pada pagi buta melainkan sekitar pukul 07.00 sehingga pengambilan sampah dilakukan lebih siang," ungkapnya.

Hal ini dilakukan agar tidak ada sampah yang berada di TPS terlalu lama hingga mengakibatkan pembusukan. Pengambilan sampah pada pukul 08.00 ini hanya dilakukan di permukiman, sedangkan untuk pembersihan taman dan jalan tetap dilakukan pada pagi hari.

Pembersihan jalan dan taman biasa dimulai sejak pukul 06.00 untuk tugas i i memang tidak bisa dilukan pada siang hari karena arus lalu lintas yang padat.

Penyisiran sampah pada siang hari kembali dilakukan untuk mengantisipasi adanya warga yang masih membuang sampah di TPS pada siang hari. Dan satu lagi dilaksanakan pada sore hingga malam hari. "Volume sampah meningkat terutama sampah rumah tangga, sampah bekas penjual makanan dan pasar wadai juga diangkut pada sore atau malam hari," ungkapnya.

Untuk kegiatan arak arakan tanglong yang rencananya digelar pada Senin (04/06/2018) pasukan kuning juga terlah menyiapkan personel dan armada. Sehingga setelah kegiatan selesai yaitu sekitar tengah malam langsung dilakukan pembersihan.

"Dilakukan hingga selesai kami juga menyediakan konsumsi untuk sahur paraa pasukan kuning," ungkap Najeriansyah.

Sedangkan pada peringatan hari raya idul fitri nanti pasukan kuning diberikan libur satu hari, pada hari raya idul fitri kedua sudah mulai kembali beraktifitas seperti biasa. Pihaknya menggunakan sistem bergantian sehingga para pasukan kuning seluruhnya masih bisa libur dan mendapatkan uang tambahan.

Teepisah Wardi warga Kelurahan Sungai Malang mengatakan untuk di perumahan tempatnya tinggal memang sudah ada petugas keberaihan yang membuang ke TPS. Mereka biasanya pada malam hari mengambil sampah, sehingga tidak sampai ada yang menumpuk.

"Tempat sampah yang ada di komplek perumahan juga cukup banyak sehingga tidak sampai terlalu penuh," ujarnya. (Nia)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help