Kuliner

Tak Sekadar Mengabadikan, Yeyen Mewujudkan Kenangan sang Ayah Lewat Warung si Palui

Mendengar nama Palui, ingatan banyak orang langsung tertuju pada tokoh jenaka yang tiap hari hadir di koran BPost

Tak Sekadar Mengabadikan, Yeyen Mewujudkan Kenangan sang Ayah Lewat Warung si Palui
banjarmasinpost.co.id/salmah
Warung si Palui di Jalan Jafri Zam Zam 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mendengar nama Palui, ingatan banyak orang langsung tertuju pada tokoh jenaka yang tiap hari hadir di koran BPost dalam rubrik khusus berbahasa Banjar.

Palui memang sudah jadi ikon tersendiri.

Dan kini si Palui diabadikan pula dalam bentuk lain yaitu warung makan.

Warung si Palui yang berada di Jl Jafri Zam-zam, Banjarmasin, tidak sekadar nama, tapi memang memunculkan kekhasan Palui melalui penampilan para pramusaji lelaki yang berselempang sarung dan berpeci melintang.

Baca: Jangan Salah, 1 Juni Hari Lahir Pancasila, Bukan Hari Kesaktian Pancasila, Ini Bedanya

Tidak hanya itu di sebelah kanan warung ada memorabilia pengarang Palui, (alm) H Yustan Aziddin yang mungkin bisa dikatakan juga sebagai museum mini si Palui.

Yeyen Yanuarita,  owner Warung si Palui
Yeyen Yanuarita, owner Warung si Palui (banjarmasinpost.co.id/salmah)

Di ruangan tersebut ditempatkan meja kerja dan mesin tik yang biasa digunakan Yustan.

Juga beberapa alat kerjanya dulu macam tape recorder, kamera, tas kerja dan lainnya.

Dipamerkan pula naskah-naskah asli Palui, kliping terbitan Palui di BPost, buku cetak kumpulan cerita si Palui, karikatur Palui dan sebagainya.

Baca: Nuzulul Quran 2018, Membaca Al Quran Akan Hadirkan Malaikat di Rumah Serta Sinari Penduduk Langit

Yenny Yanuarita, putri sang pengarang Palui dan pemilik warung tersebut, menyatakan, konsepnya memang terkait hubungan emosional, karena Palui adalah ciptaan ayahnya yang juga salah seorang pendiri BPost.

Menu warung si Palui
Menu warung si Palui

"Palui sudah menjadi trade mark BPost. Misi ayah saya, dimunculkannya Palui dengan kisah lucu dalam bahasa Banjar adalah untuk mengenalkan bahasa Banjar yang beragam. Karena Palui itu tokoh situasional, kadang jadi orang Marabahan dengan bahasa Banjar Kuala atau jadi orang hulu sungai dengan bahasa Banjar hulu. Itulah uniknya kisah Palui selain lucu," ujar Yeyen, panggilan akrabnya.

Halaman
123
Penulis: Salmah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved