Kuliner

Tak Sekadar Mengabadikan, Yeyen Mewujudkan Kenangan sang Ayah Lewat Warung si Palui

Mendengar nama Palui, ingatan banyak orang langsung tertuju pada tokoh jenaka yang tiap hari hadir di koran BPost

Tak Sekadar Mengabadikan, Yeyen Mewujudkan Kenangan sang Ayah Lewat Warung si Palui
banjarmasinpost.co.id/salmah
Warung si Palui di Jalan Jafri Zam Zam 

Yustan yang jurnalis, budayawan, seniman, guru juga musisi, memang sangat memperhatikan kearifan lokal salah satunya masakan Banjar.

Baca: Nuzulul Quran 2018, Sejarah Turunnya Al Quran 17 Ramadhan Cara Nabi Muhammad Memperingatinya

"Beliau paling suka masakan Banjar. Makanya setiap hari kami sekeluarga bikin masakan sendiri, menu Banjar. Inilah benang merahnya kenapa kami hadirkan Warung si Palui dengan sajiannya masakan Banjar," terang Yeyen.

Menu 2 Palui
Menu warung si Palui

Warung si Palui yang hadir pertama sejak Senin (28/5) ini berdiri di lahan yang dulunya rumah Yustan sekeluarga.

Desain warungnya berkonsep art, love, food.

Art terlihat dari dekorasinya yang artistik, sejumlah daun jendela beraneka ragam khas rumah Banjar ditempel di dinding luar dan dalam.

Adapun love menyiratkan kecintaan anak-anak pada sang ayah, Yustan.

Dan food adalah apresiasi terhadap masakan tradisional Banjar.

Masakan Banjar rumahan yang disajikan antara lain Batuup kepala patin.

Menu Iwak besanga (ikan goreng) seperti haruan (gabus), patin, lais, hudang galah (udang gala), hudang penyet (udang penyet), papuyu (betok), saluang, ayam, baung, adapula tahu, tempe, dan ampal jagung.

Untuk menu bapais (pepes), tersedia baung pais manis, lais pais manis, peda pais bumbu, patin pais bumbu.

Halaman
123
Penulis: Salmah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved