WNI Dilarang Masuk Yerusalem

WNI Dilarang Masuk Yerusalem, Biro Perjalanan Jadwal Ulang Rencana Kunjungi Masjidil Aqsa

Adanya kebijakan larangan itu, membuat penyelenggara umrah plus dan wisata Islami di Kalsel pun harus menjadwal ulang

WNI Dilarang Masuk Yerusalem, Biro Perjalanan Jadwal Ulang Rencana Kunjungi Masjidil Aqsa
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Adanya kebijakan larangan itu, membuat penyelenggara umrah plus dan wisata Islami di Kalsel pun harus menjadwal ulang rencana mereka membawa jemaah ke Yerusalem.

Salah satunya biro perjalanan Albis Nusa Wisata.

Pasalnya, salah satu paket wisata religi yang ditawarkan Albis Nusa Wisata adalah Masjidil Aqsa yang ada di Yerusalem, Israel.

Baca: 1 Juni 2018 Lahirnya Pancasila, Pidato Amarah Soekarno Pada BPUPKI Kita Memerdekakan Hati Bangsa

Utami Dewi, Direktur Albis Nusa Wisata, mengaku pihaknya sudah memasarkan paket perjalanan wisata ke Yerusalem yang rencananya berangkat September dan Nopember 2018 serta Januari 2019.

Mau tidak mau, Utami terpaksa harus menginformasikan ulang kepada para peserta dan menunda rencana perjalanan hingga ada perkembangan lebih lanjut terkait pelarangan tersebut.

Baca: Nuzulul Quran 2018, Ini Waktu Terbaik Membaca Alquran, Ini Gambaran Rasulullah Bagi Pembaca Alquran

Dewi berharap, pemerintah kedua negara bisa menegoisasikan ulang guna memecahkan masalah tersebut, karena itu sangat menggaanggu penyelenggara umrah plus dan wisata Islami di Indonesia.

"Mudah-mudahan pelarangan ini hanya sementara dan bisa dinegoisasikan ulang. Jadi, sementara kami tunda dulu," kata Dewi.

Baca: Nuzulul Quran 2018, Ini Amalan Rasulullah SAW di Malam Nuzulul Quran

Albis Nusa Wisata sebelumnya memiliki paket wisata Islami dengan destinasi Jordania, Aqsa dan Mesir selama 10 hari di harga mulai Rp 24,9 juta per orang.

Rata-rata Albis Nusa Wisata memberangkatkan rombongan dengan destinasi Aqsa satu kali dalam satu tahun.

"Tetapi karena masalah antarnegara, mau tidak mau kami ikuti saja aturannya," ucap Utami.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help