Ramadhan Zaman Now

Doa Berbuka Puasa di Bulan Ramadhan yang Dibaca Nabi Muhammad SAW Dalam Tulisan Latin dan Arab

Sebagaimana yang tercermin dari bacaan yang Nabi Muhammad SAW lafalkan saat berbuka, berbuka puasa menjadi momen membahagiakan.

Doa Berbuka Puasa di Bulan Ramadhan yang Dibaca Nabi Muhammad SAW Dalam Tulisan Latin dan Arab
net
Ramadhan karim 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Puasa Ramadhan sudah memasuki hari ke-17 pada Sabtu (2/6/2018), waktu berbuka menjadi waktu yang dinanti.

Nabi Muhammad SAW menjadikan momen berbuka puasa sebagai pengungkapan komitmen dan rasa syukur. Sebagaimana yang tercermin dari bacaan yang Nabi Muhammad SAW lafalkan saat berbuka, berbuka puasa menjadi momen membahagiakan bagi orang-orang yang berpuasa yaitu setelah menjalankan perintah Allah menahan makan, minum dan hawa nafsu.

Dilansir dari nu.or.id, berikut doa berbuka puasa yang dibaca Rasullullah SAW

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلى رِزْقِكَ أفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمأُ وابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأجْرُ إِنْ شاءَ اللَّهُ تَعال

Allâhumma laka shumtu wa ‘alâ rizqika afthartu dzahaba-dh-dhama’u wabtalatil ‘urûqu wa tsabatal ajru insyâ-allâh ta‘âlâ

Artinya, “Duhai Allah, untuk-Mulah aku berpuasa, atas rezekimulah aku berbuka. Telah sirna rasa dahaga, urat-urat telah basah, dan (semoga) pahala telah ditetapkan, insyaaallah.” (Lihat, Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)

Baca: Jadwal Buka Puasa Hari ke 17 Ramadhan, Sabtu 2 Juni 2018 di Jakarta, Surabaya dan Kota Besar Lainnya

Sementara disebutkan Sulaiman Bujairimi dalam Hasyiyah Iqna’ doa lengkap y ang dibaca ketika buka puasa adalah:

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَبِكَ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ. ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شاءَ اللهُ. يا وَاسِعَ الفَضْلِ اِغْفِرْ لِي الحَمْدُ لِلهِ الَّذِي هَدَانِي فَصُمْتُ، وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ.

Terjemahan: Tuhanku, hanya untuk-Mu aku berpuasa. Dengan rezeki-Mu aku membatalkannya. Sebab dan kepada-Mu aku berpasrah. Dahaga telah pergi. Urat-urat telah basah.

Dan insya Allah pahala sudah tetap. Wahai Dzat Yang Luas Karunia, ampuni aku. Segala puji bagi Tuhan yang memberi petunjuk padaku, lalu aku berpuasa. Dan segala puji Tuhan yang memberiku rezeki, lalu aku membatalkannya.

Doa ini ditutup dengan permohonan ampun.

Penutup doa ini menjadi menarik karena kemungkinan banyak pelanggaran yang semestinya tidak dilakukan orang berpuasa.

Pelanggaran-pelanggaran itu memang tidak membatalkan tetapi bisa saja merusak pahala puasa.

Kita bisa jadi hanya berpuasa secara formal, namun kehilangan semangat puasa.

Contoh pelanggaran yang mungkin ialah kurang syukur, kurang sabar, atau merasa diri perlu dihormati karena puasanya, atau merasa diri lebih tinggi di hadapan Allah karena puasa. (Banjarmasinpost.co.id/Amirul Yusuf)

Penulis: Amirul Yusuf
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved