Berita Tanahlaut

Ketua Panwaslu Tanahlaut Lantik Pengawas TPS Pilbup 2018, Nyatakan Perang Terhadap Politik Uang

Sebanyak 338 pengawas tempat pemungutan suara ( TPS) pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tanahlaut dilantik di Balairung Tuntungpandang

Ketua Panwaslu Tanahlaut Lantik Pengawas TPS Pilbup 2018, Nyatakan Perang Terhadap Politik Uang
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Marsudi, Ketua Panwaslu Kabupaten Tanahlaut memberikan arahan kepada pengawas TPS agar tidak lengah terhadap tindakan kecurangan dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tanahlaut periode 2018-2023 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Sebanyak 338 pengawas tempat pemungutan suara ( TPS) pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tanahlaut dilantik di Balairung Tuntungpandang, Sabtu (2/6/2018).

Marsudi, Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Tanahlaut yang melantik pengawas TPS sekaligus dilanjutkan pembekalan.

Menurut Marsudi, petugas pengawas TPS wajib memasang mata dan telinganya dalam melakukan pengawasan. Pengawasan itu terhadap praktek money politic.

"Panwaslu Tanahlaut dan jajarannya menyatakan perang terhadap praktek money politic dalam pemilihan kepala daerah 2018 ini," katanya kepada reporter Banjarmasinpost.co.id.

Baca: Sadis! Mahasiswi Dibunuh di Kamar Mandi Gereja, Pelakunya Pendeta yang Mengasuhnya Sejak SMP

Baca: Prediksi Skor Sriwijaya FC vs Persela Lamongan Pekan 12 Liga 1 Live Indosiar Malam Ini

Baca: Jadwal & Live Streaming MotoGP Italia 2018 di Mugello: Hari Ini Kualifikasi!

Marsudi menambahkan dalam pelatihan pengawas TPS , bagaimana mengawasi pergerakan surat suara, memastikan kotak suara baik datang maupun dikirim ke PPK dalam kondisi tersegel.

Pengawas TPS juga memantau jika terjadi eksodus dari Kota Banjarbaru maupun dari Kabupaten Banjar, memastikan pengawas TPS mendata salinan berita acara pemungutan dan penghitungan suara di TPS penugasan.

Maruri menegaskan pengawas TPS pada pukul 13.00 Wita diminta tidak meninggalkan lokasi TPS hingga proses penghitungan surat suara dimulai. Ini karena itu jam rawan.

"Disebut jam rawan kecurangan karena petugas penyelanggara pemungutan suara melaksanakan makan siang bersama, sebelum penghitungan surat suara dimulai," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved