Kampusiana

Mahasiswi Cantik Sendratasik ULM Ini Ingatkan Remaja Zaman Now Soal Gadget

Sekarang ini muncul kekhawatiran melihat banyaknya para anak-anak dan remaja tergantung dengan gadget atau sekarang disebut gawai

Mahasiswi Cantik Sendratasik ULM Ini Ingatkan Remaja Zaman Now Soal Gadget
Restyka Dianningtyas 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sekarang ini muncul kekhawatiran melihat banyaknya para anak-anak dan remaja tergantung dengan gadget atau sekarang disebut gawai ini.

Kala mereka asik memagang gawai sepertinya lupa diri lupa kiri, kanan dan asik dengan dunianya sendiri.

Hal ini sangat disayangkan karena pada hakekatnya dengan asik dengan gawai maka terkadang penggunanya lupa segalanya.

Lupa berteman dan bersosialisasi.

Baca: Prediksi Skor Sriwijaya FC vs Persela Lamongan Pekan 12 Liga 1 Live Indosiar Malam Ini

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) RCTI Timnas U-23 Indonesia vs Thailand Minggu (3/6) Malam

Nah ini pun sekarang menjadi perhatian kota semua karena tentunya manusia harus bersosialisasi dengan sesamanya.

Satu sobat muda Restyka Dianningtyas saat berbincang dengan Insight juga menilai remaja 'zaman now'sekarang banyak ketergantungan di gadget atau gawai.

"Mereka sampai lupa kalau mereka adalah makhluk sosial dalam tanda kutip "bersosialisasi secara langsung". Dan ruang kontemplasi mereka dibatasi oleh gadget," tutur mahasiswi FKIP Sendratasik ULM Banjarmasin ini.

Padahal menurutnya diluar sana kita sangat perlu yang namanya melestarikan budaya dan kesenian.

Lewat gawai pun sebenarnya kita bisa menggali ilmu atau kesenian apa sih yang ada di daerah kita.

"Sama seperti aku dulu nggak suka sama kesenian daerah aku karena aku lebih suka ke mancanegara. Tapi setelah menjalani dan sebagian besar mata kuliah aku budaya lokal daerah aku, aku jadi suka. Ya kalo bukan kita siapa lagi. Aku mulai suka sama tari Japin Rantauan dan teater tradisi Mamanda dan Japin Carita," jelas gadis kelahiran Banjarmasin, 28 September 1996 ini.

Mungkin remaja dikenalkan oleh budaya sejak dini supaya mereka bisa cinta dan tertarik berkesenian.

Di Taman Budaya ada sanggar tari khusus anak-anak kecil dari TK sampai SD.

"Hal itu contoh kita ngajarin mereka supaya mereka besarnya bisa mempertahankan kesenian dan kalau sudah mempertahankan tentu akan cinta sama kesenian itu," tutur pemilik akun @DianningtyasRestyka ini..(BANJARMASINPOST.CO.ID/irfani)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help