Ramadhan Zaman Now

Begini Cara Warga Teluk Tiram Mengurangi Ketergantungan Anak Pada Gadget

Enam anak tampak memainkan tiga permainan tradisional, yaitu egrang, balogo dan bagasing di Gang Pendamai

Begini Cara Warga Teluk Tiram Mengurangi Ketergantungan Anak Pada Gadget
Banjarmasinpost.co.id/Nurus Syobah
Anak-anak bermain balogo di Kampung Permainan Tradisional, Gang Pendamai, Jalan Teluk Tiram Darat, Telawang, Banjarmasin. Minggu, (3/6/18) pagi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Enam anak tampak memainkan tiga permainan tradisional, yaitu egrang, balogo dan bagasing di Gang Pendamai, Jalan Teluk Tiram Darat, Telawang, Banjarmasin. Minggu (3/6/2018).

Berawal dari ketidaktahuan generasi muda mengenai permainan tradisional, Muhammad Suryani berinisiatif mengajak warga Gang Pendamai untuk gotong royong membuat sarana permainan tradisional.

"Dulu kami kumpulkan pemuda yang bisa bertukang, kami cari tempurung kelapa, buat logo. Lalu limbah kayu, kami buat jadi dakuan,” ujar Suryani, selaku Ketua Komunitas Permainan Tradisional Pendamai saat dikunjungi banjarmasinpost.co.id Minggu.

Baca: Live Trans7! LIVE STREAMING MotoGP Mugello Italia 2018 via Trans 7 Malam Ini 19.00 WIB

Kegiatan belajar permainan tradisional sudah dilaksanakan sejak 2015. Namun baru pada bulan Oktober 2016, kawasan ini diresmikan oleh pemerintah sebagai Kampung Permainan Tradisional Pendamai.

Warga Gang Pendamai RT 9 mengemukakan pendapatnya mengenai Kampung Permainan Tradisional.

“Anak kecil jaman sekarang sukanya main gadget, play station, tidak ada olahraganya. Kalau permainan dahulu itu ada olahraganya, bagus dikembangkan. Untuk membangun pola pikir anak, mengajarkan anak-anak untuk berteman dan bermasyarakat, tidak di rumah saja main handphone,” ucap Rahmudin.

Banyak permainan tradisional yang dapat dimainkan warga, mulai dari egrang, balogo, bakiak, dakuan (congklak), belewang, asinan (gobak sodor), bagasing, kelereng, lompat tali, dan engklek.

Selain permainan tradisional, di kawasan Kampung Permainan Tradisional Pendamai ini juga mengajarkan membuat sasirangan, tari daerah, dan beurai pantun.

Pada bulan Ramadan 2018, para warga
banyak mengunjungi kawasan ini pada pagi dan sore hari untuk bermain sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Suryani menegaskan bahwa kawasan ini tidak hanya untuk warga Gang Pendamai saja, siapapun yang ingin bergabung dan bermain bersama warga Kampung Permainan Tradisional Pendamai akan disambut dengan tangan terbuka. (Banjarmasinpost.co.id/nurus syobah)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help