HSU Bertakwa

Khikmad, Haul Siti Khadijah Istri Nabi Oleh Majelis Taklim Wanita Terbesar di HSU

Majelis taklim Tanwirynnisa merupakan salah satu majelis wanita terbesar di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang memiliki ratusan jamaah.

Khikmad, Haul Siti Khadijah Istri Nabi Oleh Majelis Taklim Wanita Terbesar di HSU
BANJARMASINPOST.co.id/reni kurnia wati
Haul Siti Khadijah oleh Majelis Taklim Tanwirynnisa, HSU. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Majelis taklim Tanwirynnisa merupakan salah satu majelis wanita terbesar di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang memiliki ratusan jamaah.

Dan pada ramadan ke 18 ini menggelar peringatan meninggalnya ummul mu'minin Siti Khadijah.

Kegiatan diawali dengan pembacaan sholawat serta manakib Siti Khadijah, para jamaah khusu mendengarkan dan ikut memuji keagungan Muhammad SAW. Pembacaan sholawat dipimpin oleh qariah dan hafidzah yang juga mengisi kegiatan tersebut, Minggu (03/06/2018).

Hadir pula Ketua Tim Penggerak PKK HSU Anisah Rasyidah Wahid bersama anggota lainnya.

Dalam sambutannya Anisah bersyukur karena dalam kegiatan tersebut sekaligus sebagai sarana silaturrahmi dan memperkuat kecintaan kepada Siti Khadijah dan Nabi Muhammad.

"Kita perlu mengenal dan mengetahui kebaikan dan tingkah laku dari Siti Khadijah, agar dapat meneladani dan mengamalkan dalam kehidupan sehari hari," ungkapnya.

Rangkaian acara inti Pimpinan majelis ta'lim Nor Rasyidah memberikan tausiah mengenai kebaikan dan perjuangan Siti Khadijah dalam memberikan dukungan kepada Nabi Muhammad.

Kesabaran dan ketaatan Siti Khadijah yang merupakan wanita pertama dalam memeluk agama Islam merupakan sebuah akhlak yang indah.

"Khadijah memberikan dukungan penuh kepada Rosulullah baik harta, tenaga dan pikiran, meskipun merupakan pedagang yang kaya dihari akhirnya Siti Khadijah hanya meminta dibalut dengan surban Rosulullah sebagai kain kafannya," ujarnya.

Pengabdian dalam menjalankan ketaatan terhadap islam perlu selalu ditingkatkan, dalam moment ini merupakan saat yang tepat untuk mengingat kembali bagaimana Khadijah berjuang.

"Saat ini kita hidup dan tinggal di negara yang damai, tak ada kekhawatiran atau ancaman saat beribadah. Hal ini perlu disyukuri mengingat masih ada saudara kita yang berada dalan kondisi peoerangan," ujarnya. (Nia)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help