Berita Hulu Sungai Selatan

Pasang APK Tak Sesuai Aturan, Panwaslu HSS Tegur Dua Paslon

Pada Pilkada Kabupaten HSS 2018 ada dua Paslon yang bertarung untuk mengambil simpati warga

Pasang APK Tak Sesuai Aturan, Panwaslu HSS Tegur Dua Paslon
Istimewa
Kedua Paslon bersama ketua MUI HSS. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menemukan pelanggaran pemasangan alat peraga kampanye (APK) oleh masing-masing pasangan calon (Paslon)

Pada Pilkada Kabupaten HSS 2018 ada dua Paslon yang bertarung untuk mengambil simpati warga yakni Paslon nomor urut satu HM Najamuddin-HM Ridha dan nomor urut dua H Achmad Fikry-Syamsuri Arsyad.

APK dari kedua paslon yang dipasang di HSS ditemukan ada yang tidak sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No 4 Tahun 2017.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) RCTI Timnas U-23 Indonesia vs Thailand Minggu (3/6) Malam Ini

Baca: MotoGP Italia 2018 Sirkuit Mugello Malam Ini, Saksikan Siaran Langsung di Trans7 (Live Trans7)

Baca: LIVE STREAMING MotoGP Italia 2018 Hari Ini Minggu (3/5/2018), Tayang di Trans7

Pelanggaran yang ditemukan terkait APK meliputi kelebihan pemasangan jumlah baliho, spanduk, dan umbul-umbul seperti di wilayah Kecamatan Kandangan, Kecamatan Daha Utara dan daha Selatan.

Ketua Panwaslu HSS Syaiful Rahman mengatakan bahwa pihaknya sudah menyampaikan teguran kepada kedua Paslon.

"Surat teguran sudah dikirim ke masing-masing tim sukses. Supaya pemasangan APK yang melanggar aturan segera diturunkan," katanya, Minggu, (3/6).

Ditegaskannya bahwa pihaknya akan menyurati hingga tiga kali. Bila kedua Paslon tidak menurunkan APK yang melanggar aturan, maka pihaknya akan bertindak sesuai aturan

Jika teguran tidak diindahkan, maka Panwaslu akan menindak langsung dengan bekerja sama Satpol PP untuk menurunkan APK tersebut.

Selain itu, pihaknya juga mengingatkan kepada para Paslon saat melakukan kampanye di bulan suci Ramadan tetap mematuhi aturan dan tidak berkampanye di tempat terlarang.

Dalam melakukan kampanye setiap paslon harus menghindari empat lokasi atau titik kampanye.

Pertama dilarang melakukan kampanye menggunakan tempat ibadah, lembaga pendidikan, gedung milik pemerintah dan sarana kesehatan.

"Sampai sejauh ini tidak ada laporan paslon melanggar kampanye yang dilakukan oleh kedua Paslon selama bulan puasa ini," tambahnya (Rian).

Penulis: Aprianto
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help