Berita Hulu Sungai Utara

Warga Hulu Sungai Utara Diajak Jadi Pemilih Cerdas di Pemilu 2019 Nanti

Panwaslu Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mempersiapkan pemilu pada 2019 mendatang, bekerjasama dengan masyarakat.

Warga Hulu Sungai Utara Diajak Jadi Pemilih Cerdas di Pemilu 2019 Nanti
BANJARMASINPOST.co.id/reni kurnia wati
Sosialisasi Pemilu 2019 di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Minggu (3/6/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Panwaslu Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mempersiapkan pemilu pada 2019 mendatang, bekerjasama dengan masyarakat.

Salah satunya dengan mensosialisasikan aturan pola pengawasan partisipatif yang akan dilaksanakan oleh anggota panwaslu kabupaten dan kecamatan se Kabupaten HSU dimulai sebelum pelaksanaan sampai berakhir pelaksanaan pemilu.

Sosialisasi ini bertempat dihotel Balqis di ikuti perwakilan tokoh masyarakat, pemuda, Organisasi keagamaan dan sosial kemasyarakat.

Dalam sosialisasi ini Panwaslu Kabupaten HSU menghadirkan narasumber dari komisioner Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan Ir.Iwan Setiawan dan Aris Murdiono.

Baca: LIVE Trans7 Pukul 19.00 WIB! Link Live Streaming MotoGP Italia 2018 di Sirkuit Mugello Malam Ini

Baca: Prediksi Skor Timnas U-23 Indonesia vs Thailand Malam Ini Live RCTI : Riko Simanjuntak Starting XI?

Kedua narasumber ini memaparkan materi terkait pengawasan pemilu diantaranya peraturan yang boleh atau tidak boleh dilakukan oleh Partai Politik (Parpol), Caleg dan Capres maupun cawapres selama tahapan pemilu berlangsung.

Salah satunya larangan melakukan aktivitas yang bernuansa mengajak untuk memilih sebelum masa kampanye dimulai pada tanggal 23 September 2018 mendatang seperti pemberian uang, pemasangan baliho dan segala atribut yang berisi ajakan untuk memilih.

"Sebelum masa kampanye dimulai pada tanggal 23 September 2018 nanti Parpol dan Caleg tidak dibenarkan melakukan tindakan berkampanye melalui penyampaian langsung atau sarana seperti media dan baliho," ujar Ir Iwan Setiawan.

Para peserta sosialisasi juga kembali diingatkan untuk menjadi pemilih cerdas.

Di mana tidak menerima kampanye melalui politik uang atau sara. Menjadi pemilih cerdas yang mengutamakan pilihan terhadap kualitas calon dan untuk kemajuan daerah dan bangsa.

Serta berpartisipasi dalam menciptakan pemilu bersih dan sehat, melaporkan jika terdapat pelanggaran pemilu serta aktif dan ikut memberikan hak suara.

Di akhir acara sosialiasi diadakan dialog dengan seluruh peserta sosialisasi yang hadir yang cukup dimanfaatkan dengan baik oleh para peserta. (BANJARMASINPOST.co.id/reni kurnia wati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help