B Focus

Banjarmasin Kota Seribu Sungai Nasibnya Kini : Supaya Sungai Tetap Ada, Wali Kota Harus Lakukan Ini

“Apakah pembangunan tetap terfokus pada sungai-sungai di pusat kota seperti yang sekarang dilakukan atau bergerak menaturalisasi

Banjarmasin Kota Seribu Sungai Nasibnya Kini : Supaya Sungai Tetap Ada, Wali Kota Harus Lakukan Ini
Istimewa
Wisata susur sungai Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BAJNARMASIN - Dulu sebelum 1980-an, kalau kita bicara Kota Banjarmasin, maka tak bisa dilepaskan dari kisah keunikan kehidupan sungainya. Keunikan inilah yang menjadi dasar penyebutan Kota Seribu Sungai.

Itu dikatakan pengamat tata kota sekaligus Ketua Dewan Pengurus Provinsi Kalsel Ikatan Nasional Tenaga Ahli Konsultan Indonesia, Nanda Febryan Pratamajaya, ST, MT.

Bila dilihat dari sisi nonfisik, kehidupan sosial ekonomi masyarakat sangat dekat dan banyak menghabiskan waktu di sungai.

Baca: Jadwal Lengkap! Siaran Langsung (Live) Piala Dunia 2018 Rusia di Trans7, Trans TV dan Transvision

Baca: Ibunda Razan Najjar, Aku Ingin Melihatnya Pakai Gaun Pengantin Putih, Bukan Kain Kafan

Bagi pelancong, akan disuguhkan pengalaman menarik untuk ditengok.

Bagaimana hamparan permukimannya yang ber’banjar’ di tepian sungai.

Begitu juga dengan pasar yang berada tepat di tepian sungai.

Sungai menjadi area publik pagi dan jelang sore dengan aktivitas i mandi, mencuci dan bercengkerama.

“Namun semua itu adalah kisah masa lalu,. Masa dimana keberadaan dan kondisi sungai masih terjaga dan asri. Saat ini, jelas berbeda keadaannya. Pendangkalan sungai di sana-sini. Pemerintah kota tidak serius membuat kebijakan dalam membangun infrastruktur yang sesuai dengan fisosofi Kota Seribu Sungai. Makin marak permukiman tanpa memperhatikan perilaku alam dan wawasan lingkungan. Sehingga pada wilayah sungai terjadi pendangkalan, penyempitan dan mematikan aliran air,” urainya.

Tidak tegasnya pemerintah kota dalam menerapkan Perda Kota Banjarmasin Nomor 31 Tahun 2012 tentang Penetapan, Pengaturan, Pemanfaatan Sempadan Sungai dan Bekas Sungai, diperkirakan turut menyumbang andil terhadap masih banyak bangunan di sempadan sungai.

Oleh karena itu dapat dinilai bahwa saat ini pemerintah kota belum memiliki program dan kegiatan, serta strategi pembangunan yang jelas dalam rangka mewujudkan visi sebagai Kota Seribu Sungai.

Halaman
12
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved