Berita Hulu Sungai Selatan

Dandim Kandangan Sampaikan Ini di Depan Peserta Pesantren Ramadhan Masjid At Taqwa

Komandan Kodim (Dandim) 1003/Kandangan Letkol Inf Suhardi Aji Sriwijayanto memberikan motivasi kepada peserta pesantren

Dandim Kandangan Sampaikan Ini di Depan Peserta Pesantren Ramadhan Masjid At Taqwa
(Foto: Kodim Kandangan) Dandim Kandangan di antara peserta Pesantren Ramadhan Masjid At Taqwa. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Komandan Kodim (Dandim) 1003/Kandangan Letkol Inf Suhardi Aji Sriwijayanto memberikan motivasi kepada peserta pesantren Ramadhan di Masjid At Taqwa Kandangan, Sabtu, (2/6/2018).

Materi yang disampaikan Dandim Kandangan ini terkait dengan wawasan kebangsaan.

Diawali dengan yelyel sebagai stimulan dan spirit kepada peserta pesantren Ramadhan.

Sehingga doktrin keagamaan dan nasionalisme dapat dihayati, aktualisasikan dan diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Baca: Head to Head dan Prediksi Skor Persipura vs PSM Makassar Pekan 12 Liga 1 Live Indosiar Malam Ini

Baca: Jadwal Lengkap! Siaran Langsung (Live) Piala Dunia 2018 Rusia di Trans7, Trans TV dan Transvision

Baca: Ibunda Razan Najjar, Aku Ingin Melihatnya Pakai Gaun Pengantin Putih, Bukan Kain Kafan

Menurut Dandim yang baru menjabat di HSS, saat ini pemuda Indonesia sangat cepat menguasai teknologi, terutama teknologi informasi dan komunikasi.

"Banyak pengaruh yang sangat cepat masuk melalui media dan mempengaruhi pemikiran pemuda. Sehingga perlu adannya filter," katanya, Senin, (4/6).

Salah satunya dengan pemberian bekal keislaman dan wawasan kebangsaan bagi pemuda dan pemudi peserta pesantren ramadhan di Mesjid Taqwa Kandangan.

"Dalam sebuah bangsa, pemuda adalah agent of change ( agen perubahan) dan sebagai generasi penerus atau estafet ke depannya," tegasnya.

Menurutnya, sebuah perjuangan hampir mustahil sukses tanpa kiprah dari kaula muda.

Tapi sayangnya kini banyak pemuda yg terjerembab menjadi korban pembaratan, terjebak dalam sarana pemuas syahwat.

Banyak juga yang melakukan aktifitas yang tidak bernilai ibadah, merusak diri, cenderung desdruktif dan menghancurkan potensi jati diri serta pegangan hidup.

Pihaknya berpesan kepada peserta pesantren ramadhan agar menghindari markoba, perangi isis dan radikalisme

"Kegiatan ini merupakan pilihan kegiatan yang bermakna positif untuk banyak belajar. Selagi masih muda harus punya motivasi, semangat belajar, punya figur suri tauladan dan punya jiwa leadership," bebernya.

Pesantren Ramadhan dapat menjalin silaturahmi, kekerabatan dan ukhuwah islamiyah dengan para peserta kegiatan.

Bulan Ramadhan disebut juga sebagai “The Month of Training”.

"Bulan yang didalamnya penuh dengan berbagai latihan baik latihan fisik maupun mental. Latihan fisik karena kita dilatih untuk tetap bekerja secara profesional meski dalam keadaan berpuasa. Sedangkan latihan mental diantaranya kita dilatih untuk mampu mengendalikan berbagai hasrat dan keinginan," jelasnya. (BANJARMASINPOST.co.id/aprianto)

Penulis: Aprianto
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help