Berita Internasional

Ibunda Razan Najjar, 'Aku Ingin Melihatnya Pakai Gaun Pengantin Putih, Bukan Kain Kafan'

Razan yang berusia 21 tahun, telah menjadi sukarelawan sebagai sukarelawan untuk membantu mereka yang ditembak oleh penembak jitu Israel.

Ibunda Razan Najjar, 'Aku Ingin Melihatnya Pakai Gaun Pengantin Putih, Bukan Kain Kafan'
Kolase Tribun Lampung
Sabreen, ibunda Razan Al Najjar memperlihatkan baju putrinya berlumuran daerah dan foto Razan al Najjar 

"Dia berkonsentrasi pada pekerjaannya di lapangan sebagai tenaga medis sukarela, yang mencerminkan kekuatan dan tekadnya."

"Putriku tidak punya senjata; dia seorang medis," tambahnya.

"Dia memberi banyak kepada orang-orangnya."

Baca: Ibunda Razan al Najjar Mengaku Anaknya Memang Jadi Incaran Penembak Jitu Israel, Ini Kisah Pilunya

Tenaga medis di lapangan sebelumnya mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pasukan Israel telah menembaki para demonstran dengan jenis putaran baru.

Dikenal sebagai "kupu-kupu peluru", itu meledak pada dampak, pulverising jaringan, arteri dan tulang, sementara menyebabkan cedera internal yang parah.

Razan Najjar
Razan Najjar (Kolase Serambi Indonesia)

"Dia sengaja dan langsung dibunuh oleh peluru yang meledak, yang ilegal menurut hukum internasional," kata Sabreen.

"Saya menuntut penyelidikan PBB sehingga pembunuhnya akan diadili dan dihukum," katanya, menggambarkan tentara Israel sebagai "brutal dan tak kenal ampun".

Baca: Saksi Mata: Razan Najjar Sudah Lambaikan Tangan, Tentara Israel Malah Menembaknya, Ini Kronologinya

Dia kemudian terdiam. Ketika Sabreen berbicara lagi, kata-katanya memunculkan ratapan dari para wanita di sekitarnya.

"Kuharap aku bisa melihatnya dalam gaun pengantin putihnya, bukan kain kafannya," katanya.

Razan Najjar dan rompi saksi kebiadaban Tentara Isreal.
Razan Najjar dan rompi saksi kebiadaban Tentara Isreal. ()

Sebelum tubuh Razan Najjar tiba untuk pemakaman, ayahnya mengulurkan rompi medisnya yang berlumuran darah.

"Ini adalah senjata Razan," katanya kepada para kru TV lokal di luar rumahnya.

Dia mengosongkan kantong rompi, yang ternyata berisi kasa dan perban.

"Ini senjatanya," ulangnya mengenang putrinya, Razan Najjar.

(banjarmasinpost.co.id/restudia)

Penulis: Restudia
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved