Opini Publik

Karpet Merah Usaha Syariah

BANK Indonesia menilai Provinsi Kalimantan Selatan punya potensi sangat besar untuk pengembangan ekonomi berbasis syariah.

Karpet Merah Usaha Syariah
intisari
Katering makanan pesawat, sejak pengiriman dikawal ketat petugas keamanan. 

Oleh: Muhammad Arief Rachman Soeyitno
Corporate Communications Telkomsel Kalimantan

BANK Indonesia menilai Provinsi Kalimantan Selatan punya potensi sangat besar untuk pengembangan ekonomi berbasis syariah. Ada sebanyak 3,5 juta penduduk muslim atau 96,7 persen dari total populasi di Kalsel.

Meskipun mayoritas muslim, namun industri ekonomi syariah, masih belum begitu booming. Masyarakat masih lebih menyukai yang konvensional. Misalnya, dalam menempatkan dananya. Hal ini bisa dilihat dari aset perbankan syariah dan UUS yang tergolong kecil dibandingkan bank umum, hanya sekitar 9,78 persen.

Sektor lain juga dinilai belum signifikan termasuk pada industri makanan halal. Dari catatan MUI Kalsel untuk sektor industri makanan, dari sekian banyak restoran yang beroperasi di Kalsel baru 8 restoran yang mengantongi sertifikat halal. Begitu juga jasa katering, baru total 14 katering resmi bersertifikat halal, 69 di sektor roti dan olahannya, 7 produk air minum, 23 untuk produk olahan dan 116 untuk makanan ringan.

Bank Indonesia sebagai regulator moneter pun makin rajin menggenjot. Sebab, ekonomi berbasis syariah semakin berkembang. Pada tahun 2016 saja, rata-rata pengeluaran di sektor ekonomi syariah secara global mencapai 2 triliun dolar AS.

Industri halal food yang pada 2016 bernilai 1,24 triliun dolar AS diyakini akan bertumbuh menjadi 1,24 triliun dolar AS. Bank Indonesia juga secara khusus telah membuat kerangka strategi atau blueprint pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Blueprint ini akan menjadi fokus BI dalam jangka menengah dan panjang mulai saat ini.

Blueprint ini memiliki tiga pilar utama yaitu penguatan ekonomi syariah dengan target peningkatan aset unit usaha syariah; Pendalaman pasar keuangan syariah dengan target tingkatkan share keuangan syariah; Penguatan riset, assesment dan edukasi dengan target peningkatan literasi ekonomi syariah.

Agar misi ini berhasil, tentunya perlu dukungan semua pihak. Indonesia perlu belajar dari Malaysia yang saat ini menjadi pemain yang mendominasi sektor ekonomi syariah. Tidak hanya mempersiapkan sistem, namun para pelaku usaha syariah juga perlu mendapat karpet merah, baik dari regulasi maupun dukungan yang diperlukan lainnya.

Hal tak kalah penting lainnya, adalah melibatkan para pemuda agar lebih paham akan prospek pasar ekonomi syariah. Karena makin banyak kaum muda yang lirik ekonomi syariah maka akan memunculkan segmen pasar ekonomi syariah lebih luas. Semoga cita-cita perekonomian syariah yang membawa berkah di Banua juga di Indonesia, dapat segera terwujud. (*)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved