Berita Internasional

Saksi Mata: Razan Najjar Sudah Lambaikan Tangan, Tentara Israel Malah Menembaknya, Ini Kronologinya

Di tempat protes di Khuza'a, saksi mengatakan bahwa Razan Najjar mendekati pagar pada hari Jumat dengan mengenakan rompi medisnya.

Saksi Mata: Razan Najjar Sudah Lambaikan Tangan, Tentara Israel Malah Menembaknya, Ini Kronologinya
Kolase Tribun Lampung
Sabreen, ibunda Razan Al Najjar memperlihatkan baju putrinya berlumuran daerah dan foto Razan al Najjar 

"Ini gila dan aku akan malu jika aku tidak ada di sana untuk bangsaku."

Berbicara kepada The New York Times bulan lalu, Razan Najjar menggambarkan antusiasme yang dia miliki untuk pekerjaan yang dia lakukan.

"Kami memiliki satu tujuan - untuk menyelamatkan nyawa dan mengevakuasi [orang-orang yang terluka]," katanya.

Razan Najjar
Razan Najjar (Kolase Serambi Indonesia)

"Kami melakukan ini untuk negara kami," lanjutnya, menambahkan bahwa itu adalah pekerjaan kemanusiaan.

Razan Najjar juga menolak penilaian masyarakat terhadap perempuan yang bekerja di lapangan, di mana ia sendiri akan melakukan shift 13 jam, mulai dari jam 7 pagi sampai jam 8 malam.

"Perempuan sering diadili tetapi masyarakat harus menerima kita," kata Razan Najjar.

"Jika mereka tidak mau menerima kami karena pilihan, mereka akan dipaksa untuk menerima kami. Karena kami memiliki kekuatan lebih daripada siapa pun", tutup Razan Najjar.

(banjarmasinpost.co.id/restudia)

Penulis: Restudia
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved