Berita Tanahbumbu

Hanya Kenakan Sandal Jepit, Kapolsek Sungai Loban Didampingi Istri Datangi Nenek Sebatang Kara Ini

Nenek Waini (60) saat ini hidup sebatang kara saja. Diusiannya itu, nenek Waini harus menjalani kehidupan sebatang kara di gubuknya.

Hanya Kenakan Sandal Jepit, Kapolsek Sungai Loban Didampingi Istri Datangi Nenek Sebatang Kara Ini
BANJARMASINPOST.co.id/man hidayat
Kapolsek Sungai Loban dan istri di rumak Nenek Waini. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Nenek Waini (60) saat ini hidup sebatang kara saja. Diusiannya itu, nenek Waini harus menjalani kehidupan sebatang kara di gubuknya.

Bahkan, diirinya hidup dengan mengandalkan bantuan orang lain karena keterbatasan kondisi fisiknya.

Waini yang kini tak bisa berjalan dengan normal karena kondisi tubuhnya yang pernah jatuh itu kadang harus dibantu untuk berdiri.

Meski begitu, dia tetap mampu hidup meski sebatang kara tinggal di sebuah rumah tepatnya di Desa Sari Mulya Rt 9 Rw 2 Kecamatan Sungai Loban Kabupaten Tanahbumbu.

Baca: Jadwal Lengkap! Siaran Langsung (Live) Piala Dunia 2018 Rusia di Trans7, Trans TV dan Transvision

Baca: Pengumuman Hasil UN SD 2018 Provinsi DKI Jakarta dan Kota Surabaya Klik di Sini

Warga ini pun akhirnya didatangi Kapolsek Sungai Loban, Iptu H Tony Haryono beserta Ibu Bhayangkari Sungai Loban, Hj Sri Wahyuni untuk melihat kondisinya.

Benar saja, saat Kapolsek datang yang hanya mengenakan kaus dan sandal jepit, melihat perempuan tua itu harus bersusah payah berdiri dan jalan sehingga harus dibantunya.

Kedatangannya itu, disambut bahagia oleh Nenek Waini. Karena dia merasa diperhatikan masih ada yang mau mengunjunginya.

Dia yang tinggal digubuk reot itu kadang berharap dari tetangga untuk mendapatkan bantuan.

"Terima kasih atas kunjungan dan bantuannya. Sekali lagi terimakasih banyak pak, bu sudah kesini," kata nenek ini kepada Kapolsek dan ibu Bhayangkari Sungai Loban.

Sementara itu, Kapolsek Sungai Loban Iptu Tony Haryono, prihatin dengan kondisi nenek itu.

Dia melihat kondisinya serba kekurangan bahkan jalan pun tak normal seperti orang lain pada umumnya.

"Saya lihat Nenek Waini tinggal seorang diri, tanpa ada keluarga. Ternyata, di zaman sekarang ini, masih ada orang yang keadaanya seperti ini. Saya harap, dia bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak," katanya.

Menurut Kapolsek, dia juga siap membantu Nenek Waini untuk kebutuhan hidupnya yaitu dengan memberikan bantuan sembako tiap bulannya.

Selain itu, dengan keadaan nenek Waini sekarang, tony juga siap menanggung pembayaran listrik tiap bulannya .

Sebab dari penuturan Waini, nenek ini mengaku sudah tinggal sendiri sekitar 10 tahun lamanya.

Bahkan hidupnya bertahan karena hanya mengharap pemberian dari tetangga saja.

"Sebab itu, kami akan bantu. Sekarang ini kami berikan bantuan sembako dan bantuan materil yang tidak seberapa. Namun berharap bisa mengurangi sedikit beban nenek Waini," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved