Seputar Kalteng

Kakek Dilaporkan Nekat Hamili Cucunya Sendiri, sang Ibu Langsung Lakukan Ini

Lelaki yang selayaknya disebut kakek itu melakukan perundungan lebih dari sebulan terhadap cucunya, hingga

Kakek Dilaporkan Nekat Hamili Cucunya Sendiri, sang Ibu Langsung Lakukan Ini
scmp.com
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKAPUAS - Perbuatan tak senonoh dan tidak terpuji dilakukan oleh Suhardi (54).

Lelaki yang selayaknya disebut kakek itu melakukan perundungan lebih dari sebulan terhadap cucunya, hingga sang cucu Mawar (bukan nama sebenarnya) hamil.

Perbuatan yang dilakukan tersangka terjadi di Desa Lupak Dalam dan Sei Teras Luar, Desa Pematang, Kecamatan Kapuas Kuala Kabulaten Kapuas, Kalteng.  Perbuatan kakek dilaporkan sang cucu kepada ibunya.

Mendengar keterangan korban dan apalagi mendengar sampai hamil, sang ibu dibuat kaget bukan kepalang.

Baca: Jadwal Buka Puasa Hari Ini 20 Ramadhan, Selasa 5 Juni 2018 di Jakarta, Bandung, Surabaya, Lainnya

Akhirnya ibu korban melaporkan perbuatan itu ke Polsek Kapuas Kuala, Senin (4/6/2018) siang.

Dari laporan itu, polisi memeriksa korban dengan membuat laporan polisi dengan dasar laporan polisi nomor : Lp/05/VI/2018/polda kalteng / res kps/ sek kps kuala, tgl 04 juni 2018.

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap korban, kemudian polisi menjemput tersangka di rumahnya. Tak sulit untuk menangkap tersangka, pada saat polisi datang, langsung bertemu dengan tersangka dan membawanya ke polsek.

Baca: Doa Berbuka Puasa Ramadhan, Jangan Lupa Juga Sunah-sunah Terkait Buka Puasa

Kapolres Kapuas AKBP Sachroni Anwar, melalui Kapolsek Kapuas Kuala, Iptu Juhri Muhammad, Selasa (5/6/2018) mengatakan, berdasarkan laporan dari korban yang diterima petugas, perbuatan yang dilakukan tersangka terjadi di dua tempat (masih satu kecamatan) dari Pebruari 2017 sampai bulan Mei 2018. Dalam beberapa bulan itu korban sering tinggal di tempat kakeknya.

Tersangka Suhardi kini telah mendekam di rumah tahanan Polsek Kapuas Kuala . Tersangka dijerat dengan pasal 81 ayat 1, ayat 2, ayat 3 UU RI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang RI no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo pasal 294 ayat (1) KUHPidana.

"Berdasarkan pasal itu, tersangka diancam hukuman maksimal selama 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp300 juta,"tegas Iptu Juhri Muhammad. (Banjarmasinpost.co.id/Jumadi)

Penulis: Jumadi
Editor: Murhan
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help