Berita Kalteng

Minat Warga Kalteng Bepergian Naik Pesawat Lebih Tinggi Dibanding Kapal Laut, Ini Hasil Pemetaan BPS

Transportasi udara di Kalimantan Tengah ternyata sangat diminati warga setempat, jika dibandingkan menggunakan transportasi laut

Minat Warga Kalteng Bepergian Naik Pesawat Lebih Tinggi Dibanding Kapal Laut, Ini Hasil Pemetaan BPS
tribunkalteng.com/faturahman
Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, makin banyak didarati pesawat berbadan besar, karena peminatnya makin tinggi, maskapai pun berdatangan untuk investasi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Keberadaan transportasi udara di Kalimantan Tengah ternyata sangat diminati warga setempat, jika dibandingkan menggunakan transportasi laut, terutama untuk bepergian ke Pulau Jawa atau provinsi lainnya.

Ini terungkap ketika, pembahasan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik Kalteng terhadap minat warga Kalteng dalam penggunaan transportasi laut dan udara yang ada di Bumi Tambun Bungai.

Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah, Hanif Yahya, Selasa (5/6/2018) mengungkapkan, hasil pemetaan yang dilakukan pihaknya dilengkapi dengan data pendukung terungkap warga Kalteng lebih suka menggunakan alat transportasi udara dibandingkan dengan transportasi laut.

Baca: Nilai USBN SD Menurun, Lihat Hasil UN SD 2018 DKI Jakarta dan Surabaya di Sini

Selama April 2018, arus lalu lintas penumpang transportasi udara, 15 kali lipat lebih tinggi dibandingkan
transportasi laut."Jumlah penumpang transportasi laut turun 2,09 persen dari 12.500 orang (Maret 2018) menjadi 12.239 orang (April2018).

Demikian juga dengan arus lalu lintas barang melalui laut naik 1,91 persen dari 1,40 juta ton (Maret 2018) menjadi 1,42 juta ton (April 2018), kenaikan terjadi pada volume bongkar barang (34,59 persen)," ujarnya.

Frekuensi penerbangan turun 4,58 persen dari 2.203 penerbangan (Maret 2018) menjadi 2.102 penerbangan
(April 2018).Jumlah penumpang transportasi udara naik 15,26 persen dari 164.842 orang (Maret 2018) menjadi 189.999 orang (April 2018).

Baca: Satgas Pamtas Yonif 621 Manuntung Temukan 1 Kg Sabu Dibawa dari Tawau Malaysia, Ini Kronologinya

"Arus lalu lintas barang melalui udara naik 12,05 persen dari 1.908 ton (Maret 2018) menjadi 2.138 ton (April 2018)," ujarnya lagi.

Kenaikan berasal dari volume bongkar barang (11,14persen) dan muat barang (13,90 persen).Melalui pelabuhan laut, aktivitas penumpang didominasi di
Kumai (68,24 persen) dan barang di Sampit (45,78 persen).

"Sedangkan melalui pelabuhan udara, didominasi oleh Tjilik Riwut baik aktivitas penumpang (57,87 persen) maupun
barang (55,26 persen)," ujarnya. (www.banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved