Tunggu Bedug Beberbuka, Anak-anak Ini Asah Kemampuan Bermain Permainan Tradisional

Tak hanya warga sekitar, Shouma yang tinggal di Kompleks Garuda, Telukdalam, pun juga rutin berkunjung ke kampung Permainan Tradisional itu.

Tunggu Bedug Beberbuka, Anak-anak Ini Asah Kemampuan Bermain Permainan Tradisional
banjarmasin post group
Menunggu bedug berbuka, anak-anak ini asyik bermain enggrang di Kampung Permainan Tradisional Pendamai, Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Selama libur Ramadan 1439 Hijriyah, kalangan pelajar di Kalimantan Selatan punya waktu luang yang lapang. Hal itu dimanfaatkan Haliza dan kawan-kawan latihan menari dan mengasah penguasaan permainan tradisional.

Seusai salat ashar, Haliza dan kawan-kawan menuju tempat kediaman H Muhammad Suriani yang menjadi 'markas' Kampung Permainan Tradisional Pendamaian di kawasan Gang Pendamai Teluk Tiram Banjarmasin.

Kedatangan anak-anak usia sekolah dasar itu untuk bermain permainan tradisional seperti enggrang, bakiak, badaku dan lain-lain. Aktivitas itu mereka lakukan untuk mengisi waktu sembari menunggu waktu berbuka puasa.

"Hampir tiap hari saya datang ke sini, bermain permainan tradisional. Ulun (saya) dan kawan-kawan biasa bermain daku, bakiak dan lain-lain di tempat ini," papar Haliza,  Selasa (05/06/2018).

Pelajar kelas 1 SDN Mawar 2 Banjarmasin ini mengatakan melalui kegiatan itu, puasa yang dijalani terasa lebih ringan karena diisi aktivitas yang menyenangkan.

Tak hanya warga sekitar, Shouma yang tinggal di Kompleks Garuda, Telukdalam, pun juga rutin berkunjung ke kampung Permainan Tradisional itu.

"Permainan tradisional ternyata sangat mengasyikan. Saya betah bermain di sini sekaligus menambah kawan baru," ucap penyanyi cilik Banua ini.

Yuyun, ibunda Shouma, mengatakan putrinya hampir tiap hari minta diantar ke kampung permainan tradisional tersebut.

"Bila ada waktu senggang, saya antar. Ini supaya anak saya tidak bermain handphone seharian. Sekaligus agar bersosialisasi dengan teman seusianya," tandasnya.

Ketua Kampung Permainan Tradisional Pendamai, H Muhammad Suriani, mengatakan hampir tiap hari anak-anak di kampungnya bermain permainan tradisional. "Bahkan kadang ada yang sejak pagi bermain. Jumlahnya sekitar 30 orang anak," sebutnya.

Selengkapnya baca di koran Banjarmasin Post edisi, Rabu (06/06/2018).

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Idda Royani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help