Bumi Sanggam

Bupati Ansharuddin Akan Datangi Kementerian ESDM Terkait Penutupan Sumur Minyak di Balangan

Rencana penutupan sumur ini berdasarkan surat dari Dirjen Migas dan sudah menjadi kebijakan dari kementerian ESDM

Bupati Ansharuddin Akan Datangi Kementerian ESDM Terkait Penutupan Sumur Minyak di Balangan
Istimewa
Pejabat di Pertamina saat bersilaturrahmi ke ruangan Bupati Ansharuddin. Dalam kesempatan itu ansharuddin memberikan plakat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - SKK Migas wilayah Kalimantan dan Sulewesi bersama Pertamina EP Asset 5 Tanjung menggelar ekspos atau sosialisasi terkait usaha hulu migas yang ada di Kabupaten Balangan, Selasa (5/6/2018) kemarin.

Acara yang berlangsung di aula banteng tundakan kantor Bupati Balangan ini, terkait rencana penutupan sebanyak 29 buah sumur milik pertamina yang berada di Kabupaten Balangan yang kini sudah berlangsung.

Menurut Spesialis pratama dukungan bisnis SKK Migas wilayah Kalimantan dan Sulewesi, Bambang Arianto, rencana penutupan ke 29 buah sumur milik pertamina EP Asset 5 Tanjung yang ada di wilayah Kabupaten Balangan ini terkait dengan aktivitas pertambangan batubara milik Adaro dan rencana penutupan tersebut menajdi kebijakan kementerian ESDM.

Rencana penutupan sumur ini sendiri, kata dia, berdasarkan surat dari Dirjen Migas dan sudah menjadi kebijakan dari kementerian ESDM dimana pihaknya hanya meneruskan atau melakukan ekspos.

“Penutupan sumur minyak ini memang sudah menjadi perbincangan yang lama ditingkat kementerian dan kami dibawah hanya sebagai pelaksana atau penyampai saja,’’ bebernya.

Ditambahkan, Field Manager Pertamina EP Asset 5 Tanjung, M Firdaus Sabaruddin, dari 29 buah sumur yang direncanakan ditutup tersebut, empat buah diantaranya sudah di tutup, dua dalam progres penutupan dan sisanya masih dalam proses.

Namun begitu, kata Firdaus, untuk proses penutupan secara bertahap dan terkait adanya dua buah sumur yang masih mengasilkan minyak di daerah tepian timur desa Bata Kecamatan Juai ini rencanakan akan ditutup paling akhir.

Disinggung terkait alasan ditutupnya sebanyak 29 buah sumur milik pertamina ini karena masuk wilayah pertambangan, Firdaus senada dengan Bambang, bukan berada pada ranah mereka namun menjadi ranah kemeterian.

“Terkait permasalahan itu, bukan menjadi wewenang kami namun sudah menjadi wewenag dilevel kementerian. Tapi yang kami tahu, pembicaraan atau perencanaan ini sudah lama dibahas ditingkat kementerian ESDM langsung,’’ tegasnya.

Terpisah, Bupati Balangan H Ansharuddin menyayangkan terkait rencana penutupan sumur milik pertamina ini.

Karena menurut orang nomor satu di Bumi Sanggam ini, jika seluruh sumur minyak milik Pertamina EP Asset 5 Tanjung yang berada di Kabupaten Balangan ditutup, maka kabupaten Balangan akan kehilangan salah satu sumber pendapatan.

“Selama ini kita menjadi salah daerah penghasil minyak dan gas bumi (Migas) dan berhak mendapatkan dana bagi hasil migas tersebut. Jika ditutup tentu kita keberatan, apalagi disana ada sumber pendapatan lain seperti pajak PBB yang beberapa waktu lalu mencapai Rp 40 miliar,’’ tegasnya.

Untuk itu, menurut Ansharuddin, dirinya akan segara melakukan permohonan ke kementerian ESDM terkait rencana penutupan sumur minyak ini.

“Secepatnya kita akan mendatangi kementerian ESDM agar rencana ini bias ditinjau ulang, supaya Balangan tidak kehilangan sumber pendapatan dari dana bagi hasil migas yang menjadi hak  kita sebagai daerah penghasil minyak dan gas bumi,’’ pungkasnya.(*/aol)

Penulis: Elhami
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help