Ramadhan Zaman Now

I’tikaf di 10 Hari Terakhir Puasa Ramadhan, ini Tips Jitu Itikaf Bareng Balita Agar Ibadah Lancar

Biasanya, sebagian umat Islam melewatkannya dengan sering beri’tikaf di masjid untuk mencari malam lailatul qadar.

I’tikaf di 10 Hari Terakhir Puasa Ramadhan, ini Tips Jitu Itikaf Bareng Balita Agar Ibadah Lancar
internet
I'tikap itikap 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN-Hari ini, Rabu (6/6/2018) umat Islam memasuki hari ke 21 bulan puasa Ramadhan.

Biasanya, sebagian umat Islam melewatkannya dengan sering beri’tikaf di masjid untuk mencari malam lailatul qadar.

Sebab, diyakini malam lailatul qadar ada di malam-malam ganjil bulan puasa Ramadhan, khususnya di 10 hari terakhirnya.

Baca: Wanita Boleh Itikaf, Ini Syaratnya dan Tata Cara Itikaf

Oleh sebab itu, dengan beri’tikaf akan mampu membuat suasana beribadah lebih kondusif.

Tak semua orang yang beri’tikaf dimudahkan, apalagi bagi mereka yang mengajak anggota keluarganya.

Khusus untuk para keluarga muda yang memiliki anak kecil, bisa juga mengajak serta anak-anak balita untuk beri’tikaf.

Baca: Tata Cara Itikaf Menyambut Malam Lailatul Qadar dan Hal yang Membatalkan Itikaf

Tujuannya adalah untuk mengenalkan ke anak nilai-nilai islami dan turut menyemarakkan bulan puasa Ramadhan.

Karena yang diajak anak kecil, tentunya berbagai kerepotan bakal dialami para orangtua.

Misalnya, anak yang rewel, tak mau diam di tempat, bermain-main, berisik, mengobrol dan sebagainya.

Baca: Cara Mendapatkan Malam Lailatul Qadar Ramadan 1439 H Menurut Nahdlatul Ulama (NU)

Agar i’tikaf bareng buah hati tercinta bisa lancar, diperlukan beberapa trik yang jitu.

perempuan itikap
perempuan itikap (Istimewa)

Berikut ini tipnya dirangkum Banjarmasinpost.co.id dari berbagai sumber.

1. Luruskan niat karena Allah karena i’tikaf merupakan ibadah khusus yang memerlukan kesiapan jasmani dan rohani prima.
2. Cari masjid yang kira-kira ramah, aman dan nyaman untuk anak-anak. Maksudnya ramah adalah masjid tersebut sudah terbiasa menerima jemaah i’tikaf yang membawa anak. Biasanya para pengurus masjid sudah menyediakan kebutuhan yang diperlukan.
3. Persiapkan segala keperluan ibu dan balita untuk ganti selama 10 hari berada di masjid di dalam sebuah tas yang bisa menampung barang yang banyak.
4. Bawa pakaian secukupnya untuk ganti ibu dan balita selama 10 hari. Saat 1 helai sudah dipakai, kita bisa langsung mencucinya di ruang mandi di masjid. Biasanya masjid menyediakan tempat untuk cuci jemur para jamaah yang itikaf.
5. Bawa mainan dan makanan yang paling disukai oleh balita. Jika dia bosan, maka ibu bisa langsung memberikan mainan tersebut. Mainan yang tanpa suara lebih diutamakan agar tidak mengganggu kegiatan ibadah.
6. Bawa kantong plastik beberapa lembar sebagai antisipatif jika si kecil membuat berantakan mainan atau makanannya.
7. Bawa tilam dan selimut yang biasa digunakan balita di rumah agar dia merasa seperti di rumahnya.
8. Ajak bicara baik-baik atau gendong ke tempat lain jika balita mulai membuat ulah karena bosan. Terutama pada waktu ibadah utama.
9. Kerja sama dengan suami dalam menjaga balita.
10. Beri hadiah jika balita mampu bersikap baik saat i’tikaf.
11. Jangan paksakan anak jika tak mau ikut i’tikaf. Sebab, kegiatan ibadah yang dilakukan tanpa paksaan akan menumbuhkan rasa cinta dalam diri anak-anak.
12. Sebelum mengajak anak ke masjid untuk i’tikaf, ada baiknya orangtua mengondisikan mereka sejak dari rumah dengan memberikan pemahaman soal i’tikaf, kegiatan yang dilakukan selama di masjid serta keutamaan-keutamaannya. Pengenalan di awal bisa dibuat menarik melalui bercerita atau bermain peran dengan orangtua saat di rumah.
13. I’tikaf dapat dilakukan secara bertahap artinya, tidak langsung sehari semalam. Misalnya,pada malam pertama mengajak anak i’tikaf cukup sampai pukul 20.00. Kemudian dilanjutkan malam kedua sampai jam 21.00, begitu seterusnya.
14. Selama i’tikaf di masjid ajak anak untuk ikut salat, tilawah atau sekadar hafalan surat-surat Alquran. Namun, jangan memaksa mereka agar mau, yang penting orangtua sudah mengenalkan kebiasaan beribadah sejak kecil. Jika mereka bosan dan memilih bermain, mengobrol, dan sebagainya biarkan saja asalkan tidak mengganggu kegiatan ibadah jemaah lain. (banjarmasinpost.co.id/yayu fathilal)

Penulis: Yayu Fathilal
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help