Berita Hulu Sungai Tengah

Pegawai Kemenag HST Urunan Bantu Bayi Kembar Siam Asal HST

Kepedulian dan simpati ditunjukkan para pegawai Kementerian Agama (Kemenag) HST terhadap, bayi kembar siam

Pegawai Kemenag HST Urunan Bantu Bayi Kembar Siam Asal HST
BANJARMASINPOST.co.id/reni kurnia wati
Pegawai Kemenag HST Urunan Bantu Bayi Kembar Siam Asal HST 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Kepedulian dan simpati ditunjukkan para pegawai Kementerian Agama (Kemenag) HST terhadap, bayi kembar siam asal Desa Kayu Bawang, Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Hampir satu bulan dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin, kedua orangtua bayi itu tak bisa mencari nafkah. Seluruh pegawai Kemenag HST pun urunan untuk donasi biaya perawatan bayi tersebut, hingga terkumpul Rp 12.600.000.

Tujuannya, untuk meringankan beban biaya hidup dan biaya perawatan sang bayi malang tersebut.

Hana Fitri Wulandari, adalah seorang guru MAdrasah Aliyah Swasta di Desa Jatuh, Kecamatan Pandawan, HST.

Baca: Jadwal Buka Puasa Hari Ini 21 Ramadhan, Rabu 6 Juni 2018 di Jakarta, Surabaya, Bandung, lainnya

Sedangkan suaminya, Ilham adalah sopir angkutan umum. Meski ditanggung BPJS, suami istri tersebut tetap membutuhkan biaya perawatan bayinya.

Penyerahan donasi dari keluarga besar Kemenag HST tersebut disampaikan langsung kepada Ilham, ayah bayi kembar siam, Selasa 5 Juni 2018 oleh kepala Kantor Kemenag HST, H Fakhruddin didampingi saat apel pagi di halaman kantor setempat.

Kemenag HST Fakhruddin kepada banjarmasinpost.co.id, Rabu (6/6/2018) berharap,bantuan tersebut setidaknya meringankan beban pihak orangtua bayi.

"Pastinya mereka memerlukan dana cukup besar untuk perawatan dan operasi anaknya yang terlahir dengan kembar siam. Saya berharap agar pengumpulan bantuan ini terus berlanjut sampai terlaksananya operasi pemisahan,” kata Fakhruddin.

Baca: Faktor Kelelahan Bayangi Laskar Antasari Jelang Barito Putera vs Sriwijaya FC di Liga 1 2018

Ilham sendiri, saat menerima bantuan tersebut terlihat terhari atas perhatian keluarga besar Kemenag HST tersebut.

“Dana ini sangat membantu dan meringankan beban kami menghadapi operasi anak kami yang terlahir kembar siam," katanya.

Dijelaskan,sampai saat ini, bayi kembar siam tersebut masih dalam perawatan instensif di RSUD Ulin Banjarmasin.

Kondisi bayi terlahir dengan jenis kelamin laki-laki, dua jantung, satu paru, empat ginjal, satu anus, empat tangan dan empat kaki. Dempetnya di bagian dada membuat tim dokter harus lebih berhati-hati jika melakukan operasi pemisahan. Terutama mempertimbangkan kondisi bayi.

Hana Fitria Wulandari, ibu bayi melalui Whats’Up kepada banjarmasinpost.co.id menjelaskan, belum mendapat informasi dari tim dokter kapan dilakukan operasi.

“Soalnya bayinya mau distabilkan dulu keadaannya. UNtuk umur sekarang, kata dokter belum memungkinkan dioperasi. Apalagi kemarin kondisinya sempat tidak stabil. Sudah beberapa kali tranfusi darah, kata dokter ada infeksi di darahnya. Kami hanya mohon didoakan agar kondisinya membaik, dan semua upaya memulihkannya sampai waktunya operasi lancar,” kata Hana. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved