Ramadhan Zaman Now

Tata Cara I'tikaf Menyambut Malam Lailatul Qadar dan Hal yang Membatalkan I'tikaf

Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pada setiap bulan Ramadhan selama 10 hari yang terakhir, selalu melaksanakan i'tikaf.

Tata Cara I'tikaf Menyambut Malam Lailatul Qadar dan Hal yang Membatalkan I'tikaf
Wahdah Islamiyah
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - I'tikaf artinya berdiam di dalam masjid dengan maksud mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pada setiap bulan Ramadhan selama 10 hari yang terakhir, selalu melaksanakan i'tikaf.

Bahkan secara khusus pada tahun wafatnya, beliau beri'tikaf pada bulan Ramadhan itu selama 20 hari, sebagaimana termaktub dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dari Ibu Hurairah.

Baca: Cara Mendapatkan Malam Lailatul Qadar Ramadan 1439 H Menurut Nahdlatul Ulama (NU)

Pelaksanaan i 'tikaf oleh Rasulullah SAW dan para sahabat selama 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan itu erat kaitannya dengan Lailatul Qadar.

Dalam artian, Nabi dan para sahabat beri'tikaf atau bertekun ibadah untuk berjaga-jaga ketika turun Lailatul Qadar seperti dilansir nu.or.id.

Baca: Malam Selikur, 21 Ramadhan Rasulullah SAW Mulai Beritikaf, Ini Ciri Malam Lailatul Qadar

Awali dengan Niat

Niat misalnya, yang wajib dilaksanakan untuk setiap ibadah, juga wajib dilaksa­nakan ketika i'tikaf.

Karena petunjuk secara umum dalam suatu hadits telah jelas, bahwa setiap ibadah wajib disertai dengan niat.

Selain itu, orang yang sedang beri'tikaf juga wajib tinggal di dalam masjid, lantaran tinggal di dalam masjid merupakan unsur penentu untuk dapat disebut i'tikaf.

Orang-orang yang sedang i'tikaf juga wajib menghindarkan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkannya. Seperti, bersetubuh dan keluar dari masjid tanpa alasan yang sah.

Halaman
1234
Penulis: Restudia
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved