Berita Banjarmasin

Kamalia Masih Sukar Kesulitan Menggunakan Aplikasi E-Lapor Pemko Banjarmasin

Masih banyak warga di Kota Banjarmasin yang kesulitan untuk menggunakan aplikasi E-lapor milik Pemko banjarmasin

Kamalia Masih Sukar Kesulitan Menggunakan Aplikasi E-Lapor Pemko Banjarmasin
banjarmasinpost.co.id/dimas
Novri Kasubag Humas Pemko Banjarmasin saat sosialisasi Aplikasi Lapor di salah satu Kecamatan di Kota Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Masih banyak warga di Kota Banjarmasin yang kesulitan untuk menggunakan aplikasi E-lapor milik Pemko banjarmasin. Kamalia, satu diantara pengguna E-lapor yang masih kesulitan menggunakan aplikasi E-lapor.

"Sampai sekarang saya tidak bisa menggunakan aplikasi pengaduan itu. Entah handphonenya atau saya yang tidak terlalu mengerti," ujarnya, Kamis (7/6/2018).

Kamalia mengaku, setiap ada permasalahan dirinya langsung lapor ke Kasubbag Humas Pemko Banjarmasin ibu Novri dan tanggapan beliau baik.

"Laporan saya selalu ditanggapi dengan baik, tapi satu yang tidak ada tindakan. Terakhir saya lapor tentang tumpukan sampah di samping Pasar Rambai, Banjarmasin Tengah.

Baca: 3 Link Live Streaming Indosiar Persela vs Mitra Kukar Liga 1 2018 via Streaming Vidio.com

Sementara itu, Novri mengatakan pihaknya pasti merespon setiap aduan masyarakat sesuai amanat pak Wali Kota Ibnu Sina, sekecil apapun aduan tersebut harus ditindaklanjuti.

"Semua itu butuh proses. Masyarakat harus mengerti setiap masalah tidak sama proses tindak lanjutnya, ada yang cepat ada yang lambat karena harus komunikasi lagi dengan pihak-pihak tertentu, masyarakat, SKPD untuk mencari solusi tersebut," ujarnya

Novri menuturkan kalau masyarakat minta perbaikan sesuatu, ada yang layananya tidak ada hambatan dan bisa saja lebih cepat misalnya pembersihan salurah got.  "Sedangkan masalah laporan yang lambat itu biasanya karena dibutuhkan penelaahan lebih lanjut," ujarnya.

Ia mengatakan, merumuskan masalah itu maksimal 5 hari, seperti trotoar tidak bisa instant itu butuh penelahaan lagi. Perumusan masalah SKPD yang harus berkoordinasi agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan dengan baik.

"Perlu forum lagi, perlu dikomunikasikan dengan berberapa tim ahli. Jadi tidak bisa diputuskan saat itu juga" ujarnya.

Baca: Pesbukers Kena Tegur Lagi, Kali ini MUI Minta Tayangannya Dihentikan Bersama 4 Program Televisi Lain

Agar laporan atau pengaduan bisa ditindaklanjuti, Novri mengingatkan masyarakat harus memberikan data secara valid atau benar. Jika tidak valid atau tidak benar, itu tidak bisa mereka tindaklanjuti, termasuk alamat yang melapor harus jelas.

Sedangkan terkait sosialisasi Aplikasi E Lapor, menurut Novri sudah mereka lakukan di tiga kecamatan.

"Untuk sosialisasi E-lapor sudah dilakukan sampai saat ini, kemarin di 3 kecamatan," jelas Novri

Kecamatan pertama yaitu di Banjarmasin Tengah pada tanggal 27 febuari 2018, kedua di Banjarmasin Timur pada tanggal 28 maret 2018. Ketiga di Banjarmasin Barat pada tanggal 14 mei 2018.

Ia menuturkan Sosialisasi E-lapor ini untuk masyarakat di kecamatan-kecamatan, Selain Sosialisasi ada juga pemasangan di baleho-baleho, ada juga menyebarkan leaflet, stiker, dan juga meminta bantuan teman-teman media untuk mempublikasikan (Banjarmasinpost.co.id/DSH)

Penulis: Dimas
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved