Serbuan Gepeng Saat Ramadhan

Pengemis Saling Komunikasi Pakai Ponsel, Dinsos Sulit Bendung Gepeng Musiman

Menyorongkan mangkok plastik, Sahraniah mengais rupiah dari belas kasihan orang untuk memenuhi kebutuhan pokok dirinya.

Pengemis Saling Komunikasi Pakai Ponsel, Dinsos Sulit Bendung Gepeng Musiman
Halaman 1 Harian Banjarmasin Post Edisi Kamis (7/6/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Jarum jam menujukkan pukul 18. 40 Wita. Kumadang azan magrib baru saja selesai. Beberapa orang di pinggiran bundaran Sabilal Muhtadin bukan lantas bergegas untuk melaksanakan salat, tapi sekelompok orang itu tetap bertahan di pinggiran jalan. Mereka adalah pengemis yang biasa berkumpul di lokasi tetsebut.

Menjadi pemandangan biasa, di bulan Ramadhan, gelandangan dan pengemis (gepeng) selalu mucul menjelang akhir puasa dan jelang lebaran tiba. Sahrania adalah satu di antaranya yang kerap berkumpul di seputaran Mesjid Raya Sabilal Muhtadin.

Mengenakan pakaian lusuh, wanita parobaya itu terlihat menengadahkan mangkok plastik di tangannya untuk meminta sedekah kepada warga yang melintas di depannya.

Dia tidak sendirian, melainkan juga memanfaatkan anak-anaknya masih berusia di bawah umur untuk meminta-minta.

Baca: Sidang Putusan PT Sebuku Group vs Gubernur Kalsel, Polisi Turunkan Water Cannon dan Anjing Pelacak

Dengan menyorongkan mangkok plastik bekas wadah sabun, Sahraniah mengais rupiah dari belas kasihan orang untuk memenuhi kebutuhan pokok dirinya.

"Namanya orang tidak punya, mau bagaimana lagi," tutur wanita yang mengaku dari Kelayan Banjarmasin Selatan, Banjarmasin, itu polos.

Selain Sahraniah, beberapa orang dengan berpakaian lusuh juga nongkrong di lokasi tersebut. Mereka pun mencari berkah dari pengedara mobil atau motor yang mau bersedekah.

Rudian, misalnya yang mengaku datang dari orang Amuntai, sengaja mencari uang dengan cara mengemis di Kota Banjarmasin. Dia bahkan sengaja nyewa rumah bedakan di Banjarmasin.

Baca: Mayat ABG Cantik Pakai Tank Top Terbungkus Kardus Ditemukan di Atas Motor, Identitasnya Bikin Geger!

"Lapangan kerjan di kampung tidak ada, saya pun ke Banjarmasin mencari rezeki dengan cara mengemis,” aku lelaki yang mengaku baru seminggu di Banjarmasin.

Rudian sengaja tidak menyorongkan mangkok plastik ke arah orang-orang melintas. Dia hanya berdiri atau duduk pasif menunggu belas kasihan orang.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved