Serbuan Gepeng Saat Ramadhan

Serbuah Pengemis Musiman Diduga Terorganisir, Dinsos Kalsel Berharap Kerjasama Lintas Sektor

Panggah mengakui pihaknya kesulitan mendeteksi dan membendung mana yang pendatang musiman dan pengemis tetap.

Serbuah Pengemis Musiman Diduga Terorganisir, Dinsos Kalsel Berharap Kerjasama Lintas Sektor
Halaman 1 Harian Banjarmasin Post Edisi Kamis (7/6/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Keberadaan pengemis musiman di Kota Banjarmasin saat musim menjelang Lebaran diduga memang teroganisir, sehingga untuk membendungnya diperlukan kerjasama lintas sektor. Dinas Sosial Provinsi Kalsel mengaku kesulitan membendung kedatangan pasukan berbaju lusuh ini.

"Kita pun agak kesulitan. Ini harus ada keterlibatan kerjasama lintas sektor. Harus ada keterlibatan satpol PP, dan kepolisian dinsos kabupaten/kota," katanya,Kasi Rehabilitasi Tuna Sosial, dan Korban Perdagangan Orang Dinsos Provinsi Kalsel Panggah Haryanto,  Selasa (5/6/2018).

Panggah mengakui pihaknya kesulitan mendeteksi dan membendung mana yang pendatang (pengemis) musiman dan pengemis tetap. "Kita agak kesulitan karena keberadaannya tidak jelas, kadang ada menghilang, dan datangnya tidak melapor, jadi agak kesulitan," ucapnya.

Baca: Dinas Sosial Kalsel Akui Sulit Membendung Pengemis dan Gepeng Musiman karena Hal Ini

Menurut dia, ada perbedaan perlakuan untuk pengemis dan gelandangan. Jika pengemis, persyaratannya punya KTP, sedangkangelandangan tidak punya KTP.

“Yang memungkinkan untuk bisa dilakukan bimbingan dengan modal usaha adalah pengemis yang punya KTP," jelas dia

Sementara bagi para gepeng yang terjaring razia, Dinas Sosial tidak bisa melakukan dengan cara memulangkan, karena di Kalsel tidak ada panti gepeng, hanya ada rumah singgah dan itu miliknya Pemko Banjarmasin.

Selain itu, kata Panggah, sejak sejak tahun 2014 tidak ada lagi anggaran untuk memulangkan gepeng ke tempat asal mereka. Karena tidak ada lagi dana yang dialokasikan, sehingga untuk sementara cukup ditangani kabupaten/kota.

“Kalau untuk memulangkan, hanya bisa dilakukan terhadap orang terlantar ada persyaratan tertentu dan penangannya di bidang perlindungan sosial," jelas dia.

Baca: Sidang Putusan PT Sebuku Group vs Gubernur Kalsel, Polisi Turunkan Water Cannon dan Anjing Pelacak

Data terakhir gelandangan di Kalsel berjumlah 169 orang dan pengemis 439 orang. "Gepeng meningkat dari tahun ke tahun. Sedangkan pengemis ada penurunan yakni 439 di 2015 dan 2016 ada penurunan menjadi 209. Untuk di 2018 data dari kabupaten kota belum masuk dan belum direkap.

Beberapa kantung katung adanya pengemis tetap di antaranya di kawasan Pelambuan, Banjarmasin Barat, Sungai Miai, Banjarmasin Utara, dan di Kelayan, Banjarmasin Selatan.

"Namun sekali lagi untuk yang musiman ini susah, karena tidak terbendung dan tidak ada laporan," pungkas Panggah.(lis)

Baca Lebih Lengkap di Harian Banjarmasin Post Edisi Kamis (7/6/2018)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved