Berita Banjarbaru

Ada Pemda yang Jarang dan Tak Memberi Uang Jajan pada Anak Asuh

Setiap tahun, pendaftar menjadi anak asuh di Panti Sosial Anak Budi Mulia semakin bertambah. Tahun ini saja sudah ada 48 anak

Ada Pemda yang Jarang dan Tak Memberi Uang Jajan pada Anak Asuh
banjarmasinpost.co.id/Milna Sari
Anak asuh di PSA Budi Mulia 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Setiap tahun, pendaftar menjadi anak asuh di Panti Sosial Anak Budi Mulia semakin bertambah. Tahun ini saja sudah ada 48 anak dari 11 kabupaten kota di Kalsel. Sementara tahun lalu 2017 ada 65 anak dari 14 Kabupaten kota.

Mayoritas anak yang didaftarkan menjadi calon anak asuh adalah anak terlantar. Dari 48 anak yang didaftarkan tahun ada 37 anak adalah anak terlantar. Sisanya anak yatim dan anak piatu.

Seharusnya jelas kepala seksi pelayanan PSA Budi Mulia, Sacik Kartiko Wati saat ditemui, Jumat (08/06/2018) setiap kabupaten kota hanya mengusulkan satu anak. Hal itu karena PSA hanya mampu menerima 10 sampai 12 anak per tahun.

Baca: Live Vidio.com! Link Live Streaming Barito Putera vs Sriwijaya FC Liga 1 Malam Ini

Pihaknya harus menunggu ada anak asuh yang keluar atau selesai disekolahkan oleh panti baru bisa menampung anak baru.

Tahun ini sebut Sacik lebih sedikit karena Tapin, Kotabaru dan Tanahbumbu tak mengusulkan anak terlantar untuk dirawat di PSA. Hal ini menjadi keberuntungan bagi Kabupaten kota lain untuk bisa memasukkan anak terlantar mereka lebih banyak dari kouta yang tersedia.

Kini trend penelantaran anak pun sebutnya bergeser. Jika biasanya anak terlantar hanya karena miskin, namun kini anak terlantar juga bis karena orang tua yang berpisah. Akibatnya anak ditinggal di tempat neneknya yang juga tak berkecukupan untuk menampung seorang anak.

"Yang miskin masih banyak, tapi kebanyakan kini karena kasus perceraian dan karena orangtua yang punya anak banyak, ada 12, ada tujuh, akibatnya anaknya terlantar tak bisa menafkahi," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Baca: Wow! Budget Perawatan Olla Ramlan Bikin Ternganga, Sebulan Setara Harga Dua Mobil

Berdasarkan data pendaftar anak asuh dari kabupaten kota, Banjarbaru menjadi yang paling banyak dengan jumlah 12 anak terlantar. Disusul HSS dengan tujuh anak terlantar.

Sacik mengatakan, pihaknya tak bisa menambah jumlah anak yang bisa ditampung lantaran keterbatasan gedung. Bahkan Pemkab Tabalong misalnya jelas Sacik sempat ingin melakukan Mou agar PSA bisa menyediakan kouta lebih banyak untuk Kabupaten Tabalong.

"Mau bagaimana juga, kami koutanya terbatas, tapi Kabupaten Tabalong, Batola, Balangan dan HSS menjadi Kabupaten yang paling perhatian dengan anak asuh yang mereka titip di sini, kalau Kabupaten lain ada yang setelah dititipkan di PSA tak pernah memberi uang jajan ke mereka bahkan menjenguk pun tak pernah, "jelasnya.

Sacik menjelaskan, mereka sudah beberapa kali meminta perhatian Dinas Sosial Kabupaten kota agar juga memerhatikan anak yang dititipkan. Setidaknya menjenguk anak yang dititipkan namun tak ada dilakukan hingga kini.

" Seolah-olah mereka menyelesaikan masalah anak terlantar di daerah mereka dengan menyerahkan ke kami," tambahnya.

Idealnya ujar Sacik melihat semakin banyaknya anak terlantar dari kabupaten kota, pemda di Kalsel mulai memikirkan untuk memiliki panti anak sendiri. Tidak hanya bergantung dengan panti anak milik provinsi.

Saat ini anak asuh di PSA Budi Mulia ada 102 orang. Mereka terdiri dari usia TK hingga SMA. (Banjarmasinpost.co.id /milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help