Basir dan Keluarganya Terpaksa Bangun Gubuk di Tanah Orang

Sebuah gubuk yang berada di Jalan HM Yusi Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menjadi perhatian warga sekitar.

Basir dan Keluarganya Terpaksa Bangun Gubuk di Tanah Orang
Banjarmasinpost.co.id/Aprianto
Alumni SMAN 1 Kandangan serahkan bantuan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Sebuah gubuk yang berada di Jalan HM Yusi Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menjadi perhatian warga sekitar.

Gubuk yang belum selesai dibangun itu terbuat dari ranting kayu dengan atap yang belum selesai. Atapnya dari sebuah sepanduk yang tidak menutupi semua bangunan.

Ada dua orang penghuninya yang belum ada sepekan membangun gubuk di atas tanah milik warga sekitar itu. Penghuninya suami isteri bernama Basir (43) dan Iyul yang dalam kondisi hamil delapan bulan.

Basir mengaku terpaksa membangun rumah dilahan orang itu karena memang tidak memiliki tanah dan rumah yang layak untuk dihuni oleh mereka berdua.

Baca: Kabar Duka, Istri Wagub Kalsel, Rosdiawati Dikabarkan Meninggal Dunia karena Sakit

Keberadaan gubuk itu menjadi perhatian warga sekitar dan sejumlah bantuan juga sudah mengalir kepada mereka.

Seperti dari Alumni SMAN 1 Kandangan yang memberikan bantuan sembako, pakaian baru dan uang tunai. Demikian juga dari pihak kecamatan Kandangan juga sudah melakukan pendataan dan menyerahkan bantuan.

Perwakilan dari alumni SMAN 1 Kandangan Safriansyah secara langsung menyerahkan sumbangan uang tunai dari kumpulan para alumni, Jumat, (8/6).

"Para alumni SMAN 1 Kandangan secara spontan melakukan sumbangan setelah mengetahui adanya warga Kandangan yang memang perlu dibantu," katanya.

Baca: Almarhumah Istri Wagub Kalsel, Rosdiawati Menderita Autoimun, Ini Jenis yang Kerap Menyerang Wanita

Pihaknya berharap bantuan yang diberikan bisa digunakan dan dimanfaatkan dengan baik oleh pasangan itu.

Camat Kandangan Ronaldy mengatakan rumah itu baru berdiri belum ada sepekan. Sebab, pada Minggu lalu saat pencacahan data, petugas kita tidak ada menemukan bangunan itu.

"Rumah itu baru berdiri tiga hari. Penghuni rumah itu masih belum bisa menunjukkan KTPnya. Namun mengaku sebagai orang Kandangan tetapi sering bekerja keluar dari HSS," katanya.

Pihaknya sudah mencarikan bedakan atau rumah kontrakan yang lebih layak untuk ditempati pasangan itu. Dengan biaya yang ditanggung pihaknya.

"Yang bersangkutan sering kerja keluar. Mau kita bangunkan rumah melalui gotong royong atau CSR atau dana Pemda, nantinya malah yang bersangkutan tidak menetap disini," bebernya.

Selain menyewakan bedakan rumah yang lebih layak, pihaknya juga sudah menyerahkan bantuan dana tunai dan paket lebaran.

"Semoga bantuan yang ada bisa meringankan beban mereka," tambahnya. (Banjarmasinpost.co.id/Aprianto)

Penulis: Aprianto
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help