Berita Hulu Sungai Selatan

Belum Terima THR? Karyawan Swasta Bisa Lapor ke Disnaker HSS

Kepala Disnakerkop UKP HSS Sasmi Rifani mengatakan sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016

Belum Terima THR? Karyawan Swasta Bisa Lapor ke Disnaker HSS
aprianto
Kepala disnakerkop UKP HSS Sasmi Rifani. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Dinas Tenaga Kerja, Koperasi Usaha Kecil dan Perindustrian (Disnakerkop UKP) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) siap menerima laporan dari karyawan perusahaan yang belum mendapatkan dana tunjangan hari raya (THR) 2018.

Kepala Disnakerkop UKP HSS Sasmi Rifani mengatakan sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR bagi pekerja/buruh di perusahaan pasal 5 ayat (4) menyebutkan, THR wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya.

"Surat edarannya terkait dengan THR sudah diserahkan kepada pihak perusahaan yang ada di HSS. Kita himbau THR bisa dicairkan paling lambat sepekan menjelang perayaan Idul Fitri atau H-7," katanya, Jumat, (8/6).

Baca: Kabar Duka, Istri Wagub Kalsel, Rosdiawati Dikabarkan Meninggal Dunia karena Sakit

Dikatakannya pihaknya siap menerima laporan dan keluhan para pekerja perusahaan yang tidak mendapatkan dana THR.

Baca: Pendaftaran CPNS Akan Segera Dibuka, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan

Pihak disnakerkop UKP HSS siap memfasilitasi pekerja/buruh apabila ada THR yang belum dibayarkan.

Perusahaan tidak membayar THR akan dimintai keterangan. Apabila masih ada hambatan selanjutnya akan dilakukan mediasi lagi melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kalsel. Kalau masih bermasalah baru jalan terakhir melalui proses pengadilan.

Baca: Prediksi Skor Barito Putera vs Sriwijaya FC Malam Ini, Ibnu Sina Sebut Barito Menang 2-0

"Sampai saat ini masih belum ada pengaduan dari para pekerja soal THR. Namun kita akan tetap terbuka bila ada pekerja yang melapor," lanjutnya.

Bila mengacu pada tahun sebelumnya, pihakmya tidak pernah menerima laporan perusahaan yang tak membayarkan THR kepada pekerja/buruhnya di HSS.

Terkait dengan besaran THR, dijelaskan Sasmi, pekerja dengan masa kerja 12 bulan secara terus-menerus atau lebih akan mendapat THR setara dengan satu bulan upah.

Jika masa kerjanya kurang dari 12 bulan, maka dihitung secara proporsional. Cara menghitungnya, masa kerja dibagi 12 dikalikan upah per bulan.

Pemberian THR keagamaan ini tidak hanya diwajibkan bagi pekerja sektor formal, namun diluar sektor juga diwajibkan memberikan THR.

"Untuk THR yang diberikan kepada tenaga kerja diluar sektor formal, minimal diberikan tali asih,” tambahnya (rian).

Penulis: Aprianto
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help