Berita Kotabaru

Pemkab Kotabaru Sebut Nelayan Bisa Mengambil BBM di SPDN Lain, Asal Lakukan Ini

Menjadi penyebab nelayan di tiga desa yaitu, Sungaibali, Rampa dan Desa Ujung kesulitan mendapat BBM

Pemkab Kotabaru Sebut Nelayan Bisa Mengambil BBM di SPDN Lain, Asal Lakukan Ini
BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah
Nelayan Desa Rampa, Kecamatan Pulau Sebuku saat berada di Gusung Bangau. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Kesulitan nelayan di tiga desa khususnya di Kecamatan Pulau Sebuku Kotabaru, mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) terjadi dalam sebulan terakhir terjawab.

Menjadi penyebab nelayan di tiga desa yaitu, Sungaibali, Rampa dan Desa Ujung kesulitan mendapat BBM untuk melaut setelah adanya pengurangan kuota dari AKR selaku penyuplai.

Hal itu dikemukakan Plt Kepala Bidang Pemberdayaan Penangkapan Ikan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kotabaru, Mada Santoso kepada banjarmasinpost.co.id, Jumat (8/6/2018).

Baca: Jelang Lawan Sriwijaya FC Jumat (8/6) Malam Ini, Kapten Barito Putera Raih Penghargaan Bergengsi

"Apa alasan pengurangan kuota tidak tahu. Pengurangan mulai bulan Mei," kata Mada di ruang kerjanya.

Menurut Mada, setelah pengurangan kuota dari AKR. Khususnya mulai bulan ini jatah BBM jenis solar untuk disalurkan ke nelayan melalui Solar Paket Dialer Nelayan (SPDN) di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Sungaiparing hanya delapan tanki perbulan.

Baca: Kabar Duka, Istri Wagub Kalsel, Rosdiawati Dikabarkan Meninggal Dunia karena Sakit

"Sebelum ada pengurangan lebih delapan tanki. Dan, selama ini sistemnya sesuai permintaan," ujarnya.

Adanya pengurangan kuota, sementara nelayan mengambil BBM di SPDN di PPI selain melayani nelayan di wilayah Kecamatan Pulaulaut Utara. Tapi juga untuk memenuhi kebutuhan nelayan di kecamatan lainnya seperti Pulau Sebuku.

Padahal selain SPDN di PPI, juga dua SPDN lainnya yakni di Teluk Gosong dan Tanjung Lalak.

Baca: Jelang Laga Barito Putera vs Sriwijaya FC Liga 1 2018, Bripka Isyra Prediksikan Barito Unggul 2-1

"Kalau dari Sekapung, Pulau Sebuku dibanding ke PPI jarak ke Tanjung Lalak hampir sama saja," katanya.

Nelayan bisa mengambil di SPDM Teluk Gosong atau di Tanjung Lalak, asalkan mereka didaftarkan di SPDN tersebut.

"Kepala desa harus mendaftafkan mereka. Tidak perlu semuanya mengambil ke PPI. Bisa mengambil di Teluk Gosong atau Tanjung Lalak asal didaftarkan," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Desa Rampa, Kecamatan Pulau Sebuku M Ilham membenarkan, kesulitan mendapatkan BBM dialami nelayan karena adanya pengurangan kuota.

Menurut Ilham, setiap melaut nelayan terpaksa membeli BBM ke pengecer dengam harga Rp 7.000 perliter. Sedangkan harga BBM subsidi dijual dipangkalan Rp 6.000 perliter.

Nelayan mendapatkan BBM dari pengecer, itupun jika membeli ke kota dari pada pelangsir.

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved