Berita Tanahlaut

Petani Sawit Tanahlaut Resah, Buah Sawit Busuk Hingga Terancam Tak Punya Biaya Berlebaran

Unjukrasa damai itu tuntuntanya hanya mendesak manajemen mengembalikan antrean bongkar buah kelapa sawit

Petani Sawit Tanahlaut Resah, Buah Sawit Busuk Hingga Terancam Tak Punya Biaya Berlebaran
mukhtar wahid
Deretan mobil angkutan kelapa sawit yang antre di pabrik kelapa sawit PT CPKA di Desa Jorong, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanahlaut, Jumat (8/6/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Sejumlah petani kelapa sawit berunjukrasa di dekat jembatan timbang Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Citra Putra Kebun Asri, Jumat (8/6/2018) pagi.

Unjukrasa damai itu tuntuntanya hanya mendesak manajemen mengembalikan antrean bongkar buah kelapa sawit seperti sedia kala. Tidak diduga dimonopoli satu armada angkutan saja.

Sebagian dari pengunjukrasa itu adalah para sopir dumptruk, para sopir pikap angkutan kelapa sawit dari para pengempul buah sawit di wilayah Kabupaten Tanahlaut.

Baca: Live Vidio.com! Link Live Streaming Barito Putera vs Sriwijaya FC Liga 1 Malam Ini

Mujahidin, warga Desa Tanjung, Kecamatan Bajuin, Tanahlaut mengaku sudah satu pekan antre untuk membongkar muatan kelapa sawit di PKS Citra Putra Kebun Asri tersebut.

Namun, selama itu melihat kejanggalan bahwa unit mobil yang dibolehkan bongkar itu diduga dekat dengan manajemen perusahaan. Unit mobil dumptruk petani dibolehkan bongkar setelahnya.

Baca: Dirut RSUD Ulin Sebut Istri Wagub Kalsel Menderita Sakit Autoimun, Apa Autoimun? Ini Penjelasannya

"Saya sesalkan itu, ada armada lainnya kok yang lebih banyak membongkar muatannya daripada armadanya kelapa sawit para petani," katanya.

Timbul, satu pengempul buah kelapa sawit mengaku akibat antrean itu banyak buah kelapa sawit milik petani terancam rusak atau busuk.

Menurut Timbul, awalnya antrean berjalan normal. Kini antrean berubah sejak ada kebijakan yang dilihat para petani tidak merata dan adil.

Baca: Head to Head PS Tira vs Persija di Pekan 13 Liga 1 2018 - Macan Kemayoran Selalu Menang

Kondisi itu diakui Timbul berdampak bagi para petani kelapa sawit karena jika muatan tidak dibongkar, otomatis petani tidak dapat uang setelah angkutan serupa lebih dahulu.

Suroso, warga petani kelapa sawit di Tanahlaut berharap tidak ada diskriminasi petani pemasok buah kelapa sawit ke pabrik.

"Semua harus pemerataan, tidak ada yang dilebihkan. Sebagai petani berharap hasil panen dibeli pabrik agar lebaran ini bisa merayakan," kata Suroso, petani kelapa sawit Desa Tanjung, Kecamatan Bajuin.

Sementara itu, anggota Satpam PT CPKA, Ramses Nainggolan mengaku pimpinan manajemen pabrik kelapa sawit meminta waktu untuk melapor dengan atasan dalam melakukan mediasi dengan para pengunjuk rasa.

(Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help