Home »

Bisnis

» Mikro

Ekonomi dan Bisnis

Untung Besar Berbisnis Tanaman Hydroponik, Lihat Caranya

Untungnya pun mencengangkan. Bisa mencapai lima kali lipat. Seorang pegiat sayur hydroponik adalah Agus Salim.

Untung Besar Berbisnis Tanaman Hydroponik, Lihat Caranya
Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi
Agus Salim memperkenalkan tanaman hydroponiknya, Jumat (8/6/2018). Sebagian besar tanamannya ini dipasarkannya melalui web jual beli sayur miliknya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Punya jiwa bertani tapi tak punya cukup lahan?

Tak perlu risau. Ternyata, selain melalui media tanah untuk menanam sayuran cukup dengan hydroponik.

Untungnya pun mencengangkan. Bisa mencapai lima kali lipat. Seorang pegiat sayur hydroponik adalah Agus Salim.

Merintis usaha tanaman sayur sejak setahun lalu, Agus mampu memperoleh keuntungan bersih Rp1,2 juta per bulan.

Untung ini terlihat kecil memang. Tapi, jika dilihat dari modalnya sangat mengejutkan.

Baca: Almarhumah Istri Wagub Kalsel, Rosdiawati Menderita Autoimun, Ini Jenis yang Kerap Menyerang Wanita

Agus mengatakan, modal untuk penanaman hanya Rp 100 ribu untuk pupuk dan Rp 200 ribu untuk bibit dan listrik.

"Itu diluar membuat media hydroponik. Kalau medianya modalnya Rp 12 juta. Tapi kalau dilihat dari biaya produksi bisnis ini cukup menjanjikan," ujarnya di rumahnya Gang Antara, Jalan Sultan Adam, Jumat (8/6/2018).

Menurutnya, pemeliharaan tanaman di hydroponik sangat mudah. Alalagi, pemeliharaannya hanya sore hari. "Saya bisa mengerjakan yang lain juga," katanya.

Ia mengklaim untung menjadi pebisnis sayur hydroponik sangat besar. Namun, karena yang ditanam Agus berbagai jenis tanaman seperti basil, selada, daun mint, dan tanaman lainnya. Akhirnya tumbuhnya tidak merata.

"Saya juga sambil coba-coba. Tanaman apa yang cocok. Kalau satu tanaman saja saya kembangkan sepertk selada untungnya besar. Saya punya 1.040 lubang dari 12 pipa untuk tanamanan hydroponik. Satu lubang bisa tumbuh 100 gram selada. Jadi kalau semua lubang ada selasa ya bisa mencapai satu kuintal. Kalikan saja Rp 40 ribu per kilogram," ujarnya.

Baca: Head to Head PS Tira vs Persija di Pekan 13 Liga 1 2018 - Macan Kemayoran Selalu Menang

Apalagi, selada miliknya dijamin bebas pestisida. Pelanggan jelas berani membeli sayuran tanpa pestisida.

Kemana Agus memaskarkan? Agus memasarkan di web pribadi miliknya. Ia menjual sayur secara online.

Ya, usaha bisnis sayur online sudah dirintisnya sejak 2013 lalu dan sudah melayani ribuan pelanggan.

Fresh Sayur Market merupakan bisnis kreatif yang ditekuni Agus Salim. Ia megandalkan kemajuan dan penetrasi teknologi, Agus membuat bisnis layanan penjualan berbagai kebutuhan pokok berbasis online.

Melalui Fresh Sayur Market Agus menjual hampir semua jenis produk bahan makanan mulai dari sayuran, bumbu, buah-buahan, ikan segar, ayam segar, daging sapi dan banyak lagi. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help