Menengok Rumah Tahfidz Quran

Calon Dokter Ini Dipercaya Menjadi Ustadzah, 'Saya Bahagia Menjadi Penghafal 30 Juz'

Usai menghapal surah, hafidz Quran tersebut menyetor hapalannya ke masing-masing ustadzah yang membimbingnya.

Calon Dokter Ini Dipercaya Menjadi Ustadzah, 'Saya Bahagia Menjadi Penghafal 30 Juz'
syaiful anwar
Para santri dan ustadzah di Rumah Tahfidz Jalan Sultan Adam Kompleks Graha Lestari Banjarmasin. 

BANJARMASIN POST.CO.ID- Sekitar 120 santri yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) hingga mahasiswa dengan tekun menghapal surah-surah Alquran baik di kamar depan maupun lorong gedung hingga lantai 2 Jalan Sultan Adam Kompleks Graha Lestari Banjarmasin.

Usai menghapal surah, hafidz Quran tersebut menyetor hapalannya ke masing-masing ustadzah yang membimbingnya.

Karantina Hafidz hapal Quran 30 juz se bulan itu berlangsung dari awal Ramadhan hingga 10 Juni 2018.

Baca: Niat Puasa dan Doa Puasa Ramadhan Hari ke 24, Sabtu, 9 Juni 2018

"Di tempat kami Ada sekitar 120 orang yang mengikuti karantina hafidz hafal 30 juz dalam sebulan. Kegiatan merupakan hasil kerjasama Rumah Tahfidz Qaryah Thayyibahh dengan Ma'haed Umar bin Khatab dan Pondok Tahfidz Amanah Ummat," kata Arini Karima, salah satu ustadzah.

Dia pun bercerita, tempat pelaksanaannya ada di empat tempat yakni di Ma'had Umar bin Khatab, Hotel Efa, Hotel Beuti dan Asrama Mahasiswa Sultan Adam.

Baca: Lagi Jalani Puasa Ramadhan, Dokter Cantik Ini Tetap Tersenyum Layani Pasien

Dijelaskan mahasiswi semester pertama Jurusan Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin ini, kegiatan ini digelar dua kali setahun yakni bulan Suci Ramadhan dan liburan sekolah bulan Desember.

"Kalau di bulan Ramadhan, seluruh santri akan dikarantina selama sebulan penuh di asrama. Kalau liburan sekolah karantinanya hanya dua minggu," ungkap Arini.

Juara pertama lomba hafalan 20 juz di MTQ se Kalsel, di Tanjung, Tabalong ini menambahkan, dirinya telah mengikuti tahfidz hafal Quran 30 juz tahun lalu. "Sekarang saya dipercaya menjadi ustadzah, mengawasi adik-adik yang mengikuti karantina tahun ini.

Baca: Berkah Ramadhan, Penjual Peci Raup Untung Jualan di Bawah Jembatan Basirih

Menurut Arini, dengan menjadi ustadzah, merupakan salah satu cara supaya hafalannya juga tidak lupa. "Secara tak langsung, saya juga menjaga hafalan 30 juz. Saya sangat bahagia dan senang menjadi salah seorang yang hafal 30 juz," pungkasnya.

(banjarmasin post.co.id/syaiful Anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help