Seputar Kalteng

Gubernur Kalteng Minta Perusahaan Tambang Emas PT IMK Sisihkan Lahan Untuk Masyarakat

Kisruh terkait penyerangan dari masyarakat terhadap perusahaan tambang emas PT Indo Muro Kencana (IMK) yang terjadi di Kabupaten

Gubernur Kalteng Minta Perusahaan Tambang Emas PT IMK Sisihkan Lahan Untuk Masyarakat
faturahman
Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Kisruh terkait penyerangan dari masyarakat terhadap perusahaan tambang emas PT Indo Muro Kencana (IMK) yang terjadi di Kabupaten Murungraya, Kalimantan Tengah, dicarikan solusinya oleh Gubernur Kalteng.

Keinginan masyarakat yang melakukan penyerangan dengan motif ingin mendapatkan lahan untuk mereka bisa menambang batu bekas lokasi penambangan emas bakal terwujud, agar tidak terjadi ketimpangan antara warga dan perudahaan.

Gubernur Kalimantan Tengah, H Sugianto Sabran, Sabtu (9/6/2018) mengatakan, dia telah bertemu dengan direktur utama PT IMK di Jakarta dan telah berbincang terkait masalah yang dihadapi perusahaan tambang emas tersebut.

Baca: Kontrak Tak Diperpanjang Pesbukers, Shaheer Sheikh Pamit ke Vega Dkk Pulang ke India, Ayu Ting Ting?

Baca: Pesbukers Ditegur MUI, Bos ANTV Datangkan Raja Jalal, Rajat Tokas dan Pulangkan Shaheer Sheik

Baca: Kabar Duka, Istri Wagub Kalsel, Rosdiawati Dikabarkan Meninggal Dunia karena Sakit

"Ya, saya sudah ketemu dengan direktur utama PT IMK di Jakarta dan sudah menbicarakan soal kisruh yang terjadi di perusahaan tersebut saya meminta perusahaan memberikan jatah lahan tambang untuk diberikan kepada warga," ujarnya.

Menurut Sugianto, dia berharap ada sebagain lahan milik PT IMK yang diberikan kepada masyarakat untuk digarap sebagai wilayah pertambangan rakyat, sehingga terjadi keharmonisan dengan warga.

"Tapi saya minta jika ada WPR harus ramah lingkungan, jangan malah bolong-bolong, ini akan tidak baik bagi yang memberikan WPR nya, saya berharap ada jalan keluar yang baik untuk masalah tersebut," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help