Berita Tanahbumbu

Guru SD ini Harus Berkeliling Lewat Jalan Perusahaan, Gara-gara Ini

Akibatnya, sekolah yang ada di kawasan Batuharang dari Desa Mentewe harus terputus

Guru SD ini Harus Berkeliling Lewat Jalan Perusahaan, Gara-gara Ini
man hidayat
Batuharang dan Mentewe sudah lama terputus akibat jembatan putus dua tahun lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - RT 7 Batuharang seakan memisah dari desa induknya yaitu Desa Mentewe Kecamatan Mentewe Kabupaten Tanahbumbu. Batuharang dan Mentewe sudah lama terputus akibat jembatan putus dua tahun lalu.

Akibatnya, sekolah yang ada di kawasan Batuharang dari Desa Mentewe harus terputus. Untuk sampai ke sekolah, harus memutar jauh keliling wilayah yang jarak tempuhnya satu jam lebih.

Padahal saat sebelum jembatan terputus karena banjir bah, jaraknya keduanya hanya sekitar 30 menit saja. Namun sekarang ini, guru dari luar desa itu harus berputar jauh.

Baca: Kepergian Shaheer Sheik Dari Pesbukers Diantar Pelukan Zaskia Gotik, Ayu Ting Ting Sempat Geram!

Baca: Kontrak Tak Diperpanjang Pesbukers, Shaheer Sheikh Pamit ke Vega Dkk Pulang ke India, Ayu Ting Ting?

Cahyo, satu di antara guru yang mengajar di Batuharang harus berkeliling melewati jalan perusahaan sekitar 1 jam. Namun, bila hujan jalannya menjadi becek sehingga bisa menyita waktu selama 2 jam.

"Kami harus mengeliling ke jalan perusahaan. Saat ini saya tidak tahu perkembangan pembangunannya karena lama tak melewati jalan tersebut. Sudah sering berharap," katanya.

Baca: Aligator 3,6 Meter Seret Wanita Ini ke Danau, Lengan Korban Ditemukan di Dalam Perut Aligator

Baca: Terungkap! Ini Identitas Mayat dalam Box, Ternyata Perempuan Muda dari Wilayah Ini

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tanahbumbu, Roy Rizali Anwar, Minggu (10/6/18) mengatakan saat ini pembangunannya sudah hampir selesai. Roy berharap sebelum lebaran sudah selesai pembangunannya.

"Belum selesai pekerjaannya. Tinggal rel ban lantai dan pemasangan pagar jembatan saja lagi yang belum," katanya.

Jembatan yang dibangun itu sementara dengan konstruksi kayu ulin dengan pilar beton di tengai sungainya. Pilar beton itu lebarnya 3 meter dengan panjang kurang lebih 30 meter.

"Lantainya kayu ulin dan nantinya bisa dilewati mobil roda empat jenis pikap," kata Roy kepada Banjarmasinpost.co.id.

Dia juga mengatakan pembangunan jembatan tersebut akhirnya bisa direalisasikan berkat partisipasi masyarakat desa, pihak perusahaan sekitar lokasi dan Dinas PUPR Tanbu. Harapannya, jembatan tersebut benar-benar rampung sebelum lebaran ini.

"Semoga berjalan dengan lancar dan nyaman sehingga warga Batuharang tak perlu berkeliling jauh lagi. Jalannya juga kami lakukan perkerasan jalan," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help