Seputar Kaltim

Nelayan Kaltim Hadang Tongkang Batu Bara di Perairan Laut Manggar Balikpapan

Sabtu (9/6/2018) pagi, ratusan nelayan Manggar Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur menuju perairan laut sekitar

Nelayan Kaltim Hadang Tongkang Batu Bara di Perairan Laut Manggar Balikpapan
TRIBUN KALTIM/NALENDRO PRIAMBODO
Ratusan nelayan Manggar Kota Balikpapan menuju perairan laut sekitar 8 mil untuk berdemo, Sabtu (9/6/2018) pagi. Mereka melakukan aksi unjuk rasa blokade kapal tanker batu bara. 

"Sudah berlangsung sekitar lima tahun. Dahulu hanya satu kapal tanker sekarang ada dua. Dampaknya jadi lebih terasa," ujarnya.

Pihaknya sebagai nelayan jelas sangat dirugikan.

"Kami sebagai nelayan tradisonal Balikpapan sangat merugi lantaran hasil tangkapan kami berganti dari hasil laut menjadi batu bara dalam beberapa tahun belakangan ini," tegasnya.

Menurut kaum nelayan, batu bara yang tumpah di perairan laut wilayah Manggar terbukti dan nyata.

Nelayan sering mendapatkan bongkahan batu bara. Alat tangkap ikan milik nelayan sering mendapat batu bara hitam.

"Jaring Kami tersangkut batu bara. Ini semua akibat dari aktivitas bongkar muat kapal tongkang batu bara yang salahi aturan hukum lingkungan hidup. Membuat nelayan Manggar sengsara. Setiap melaut sering hanya pendapat bongkahan batu bara," ungkapnya.

Karena itu, sebagai ungkapan kekesalan para nelayan Manggar maka mengambil jalan melakukan aksi blokade terhadap kegiatan kapal batu bara yang telah mengganggu dan merusak kehidupan pesisir nelayan.

Atas kejadian yang buruk tersebut di perairan laut Manggar, maka para nelayan menutut supaya dikabulkan oleh pihak‑pihak terkait.

Kami para nelayan tradisional yang telah menjadi korban, menuntut beberapa hal:

Pertama, menolak aktivitas kapal batu bara di wilayah perairan tangkapan nelayan Balikpapan.

Halaman
1234
Editor: Ernawati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved